Uji Coba Bawang Bombai di Kulonprogo Hasilkan Panen Memuaskan

Sejumlah petani dan jajaran Distanpangan Kulonprogo menunjukkan hasil panen bawang bombai milik Kelompok Tani Ngudi Mulyo Penjalin, Kalurahan Donomulyo, Kapanewon Nanggulan, Jumat (25/9/2020). - Istimewa
28 September 2020 18:07 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Uji coba penanaman bawang bombai pertama di Kulonprogo oleh Kelompok Tani Ngudi Mulyo Penjalin, Kalurahan Donomulyo, Kapanewon Nanggulan, pada Juni 2020 lalu menghasilkan panen yang memuaskan.

Panen yang dilangsungkan pada 14 September itu menghasilkan 17,63 Kg/meter persegi bawang bombai jenis 05, 06 dan 001. "Kami sangat bersyukur hasil panen dalam uji coba pertama ini sangat bagus, dan buahnya juga besar-besar," ucap Anggota Kelompok Tani Ngudi Mulyo Penjalin, Sumarsana, Senin (28/9/2020).

Sumarsana mengatakan uji coba ini bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, penyuluh pertanian Nanggulan dan produsen benih Primasid. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan mengadakan demplot uji benih. Hal itu dilakukan untuk memperoleh benih yang paling sesuai untuk dikembangkan di Nanggulan.

"Uji benih dilaksanakan dengan penanaman tiga jenis bawang bombai yaitu 05, 06 dan 011. Setelah itu benih disemai pada awal Mei 2020, selanjutnya penanaman pada 12 Juni dan bisa panen kemarin," ucapnya.

Pada masa tanam selanjutnya, kelompok ini akan menanam bawang bombai jenis 06. Jenis itu dipilih karena hasilnya cukup tinggi dibandingkan dengan jenis lainnya seperti 05 dan 011. "Hasil panen kali ini bisa menjadi modal kami untuk ditanam pada masa tanam berikutnya," kata Sumarsana.

Kepala Distanpangan Kulonprogo, Aris Nugroho, menyambut baik hasil panen bawang bombai itu. Ia menyebut bahwa ini merupakan kali pertama Kulonprogo bisa memanen bawang bombai. "Iya ini merupakan yang pertama," ucapnya.

Ke depan, distanpangan berencana memperluas penanaman bawang bombai tidak hanya di Nanggulan, tapi juga wilayah lain di Kulonprogo. Langakh itu diawali dengan melakukan koordinasi dengan produsen benih bawang bombai. Tak hanya penanaman, bawang bombai hasil panenan petani lokal nantinya juga akan dibantu perihal pemasarannya.

"Harapan kita ke depan bisa diperluas dan dilaksanakan dengan pola kemitraan sampai pemasaran hasilnya," ucap Aris.