Advertisement

Polisi Jogja Relawan Covid-19 yang Gugur Dianugerahi Kenaikan Pangkat

Hafit Yudi Suprobo
Rabu, 30 September 2020 - 22:57 WIB
Nina Atmasari
Polisi Jogja Relawan Covid-19 yang Gugur Dianugerahi Kenaikan Pangkat Kapolda DIY Irjen Pol Asep Suhendar (kanan) saat memberikan sambutan dalam acara penyerahan tali asih Kapolri dan bantuan dana pendidikan Kapolda DIY kepada keluarga Ipda (A) Sri Mulyono secara virtual aplikasi zoom, Rabu (30/9/2020). - Ist/Polda DIY

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA- Polri menganugerahi kenaikan pangkat luar biasa anumerta menjadi Inspektur Polisi Dua (Ipda) bagi Aiptu Sri Mulyono, personel Polri yang gugur imbas ikut terinfeksi Covid-19. Sebelumnya, almarhum bertugas sebagai relawan Covid-19 yang bertugas dalam pemulasaraan jenazah Covid-19 di DIY.

Kenaikan pangkat tersebut langsung diberikan oleh Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz kepada mendiang Aiptu Sri Mulyono. Korps Bhayangkara menilai loyalitas almarhum dalam melaksanakan tugas bersama para relawan yang bertugas memakamkan jenazah pasien Covid-19 melebihi panggilan tugasnya dan mengharumkan nama Polri.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Baca juga: Pemda Tegaskan Belum Buka Sekolah Tatap Muka di DIY

Demikian yang disampaikan Kapolda DIY Irjen Pol Asep Suhendar saat memberikan sambutan dalam acara penyerahan tali asih Kapolri dan bantuan dana pendidikan Kapolda DIY kepada keluarga Ipda (A) Sri Mulyono secara virtual aplikasi zoom, Rabu (30/9/2020).

"Saya dan seluruh personel Polda DIY mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya, atas berpulangnya bapak Sri Mulyono ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, semoga almarhum diampuni segala kesalahan dan diterima segala amal ibadahnya," tutur Kapolda DIY, Rabu (30/9/2020).

Baca juga: Warga Gunungkidul Kaget Rumah W Digeledah Densus 88

Kapolda kembali menyampaikan, secara khusus bapak Kapolri menitipkan kepadanya untuk menyerahkan tali asih kepada keluarga. Selain itu, Kapolda DIY beserta jajaran dan Bhayangkari juga menyerahkan dana pendidikan bagi putra-putri Almarhum Ipda Sri Mulyono sebagai tanda perhaian dari institusi Polri, Polda DIY dan Bhayangkari kepada Almarhum Ipda (A) Sri Mulyono dan keluarga.

"Atas nama bapak Kapolri dan segenap keluarga besar Polda DIY serta Bhayangkari, saya menyampaikan rasa bangga kami atas pengabdian yang telah diberikan oleh almarhum Ipda (A) Sri Mulyono," ungkap Kapolda.

Sementara itu Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto menjelaskan jika Kapolri memberikan kenaikan pangkat luar biasa anumerta setingkat lebih tinggi dari pangkat Aiptu menjadi Ipda anumerta terhitung mulai tanggal 22 September yang lalu dengan Skep Kapolri nomor: STR/605/IX/KEP/2020 tanggal 22 September 2020.

Komandan Satuan Brimob Polda DIY Kombes Pol Imam Suhadi sebelumnya membenarkan jika mantan anak buahnya ketika almarhum masih bertugas di Tim Detasemen Gegana Unit Kimia Biologi dan Radioaktif (KBR) Sat Brimob Polda DIY tersebut memang menghembuskan nafas terakhirnya imbas terpapar Covid-19.

"Iya, positif Covid-19, terakhir kan di rumah sakit pakai ventilator itu. Kebetulan keluarganya, anak, istrinya juga kena sekarang dirawat di rumah sakit," ujar Kombes Pol Imam Suhadi, Kamis (24/9).

Orang nomor satu di Satuan Brimob Polda DIY tersebut juga mengatakan jika almarhum Aiptu Sri Mulyono positif terpapar Covid-19 sekitar empat sampai dengan lima hari sebelumnya dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (20/9) lalu.

"Setelah menjadi relawan saat dinyatakan terpapar Covid-19. Tepatnya dokter yang tahu (soal informasi tertular dari keluarga). Beliau (Aiptu Sri Mulyono) jadi relawan sejak awal-awal pandemi Covid-19 mulai dari Maret hingga Juni," imbuhnya.

Saat masih bertugas di Brimob Polda DIY, mendiang Aiptu Sri Mulyono dikenal sebagai pribadi yang tidak setengah-setengah dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya. Bahkan, seringkali ia melupakan kondisi tubuhnya sewaktu bertugas melayani masyarakat.

"Ya beliau luar biasa dedikasi sama kesatuan. Bahkan bisa dibilang beliau (Aiptu Sri Mulyono) terlalu baik pada masyarakat. Sehingga kadang-kadang tidak lihat kondisi badan," pungkas Imam Suhadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Rekor Pertumbuhan Ekonomi Jokowi Belum Mampu Saingi Era SBY, Ini Datanya!

News
| Selasa, 07 Februari 2023, 12:37 WIB

Advertisement

alt

Ikuti Post-tour ATF, Banyak Peserta Terkesan dengan Objek Wisata DIY

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 10:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement