Diabetes Melitus Sumbang Kematian Terbesar Pasien Covid-19 di Bantul

Ilustrasi. - Freepik
01 Oktober 2020 17:57 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Penyakit diabetes melitus menjadi penyumbang terbesar kematian pasien positif Covid-19 dengan komorbid di Bantul. Hal ini sesuai dengan data yang dimiliki oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul.

“Kalau dipersentase memang masih di bawah 50 persen untuk pasien yang meninggal dengan riwayat penyakit diabetes melitus. Tapi memang cukup banyak yang punya riwayat diabetes,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sri Wahyu Joko Santosa, Kamis (1/10/2020).

BACA JUGA: Setelah 1 Bulan, Otak Kekerasan Atas Nama Agama di Solo Diringkus di Jepara

Oki, panggilan akrab Sri Wahyu Joko Santoso, mengungkapkan berdasarkan data hingga Rabu (30/9/2020) ada 20 orang pasien positif Covid-19 meninggal dunia. Dari jumlah tersebut, 13 orang meninggal dengan komorbid (penyakit penyerta) dan tujuh orang lainnya tanpa komorbid. Adapun jumlah pasien positif Covid-19 ada

730 orang. Dari jumlah tersebut, 620 sudah sembuh dan 91 isolasi.

Kendati Bantul memiliki angka kematian cukup tinggi, Oki menyebut tingkat fatalitas masih rendah dibandingkan daerah lain, yakni 2,8%.

BACA JUGA: Densus 88 Geledah Rumah Dosen di Berbah Sleman, Sita Flashdisk & Buku-Buku

“Untuk itu kami meminta kepada masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. Memakai masker, jaga jarak, dan menghindari kerumunan,” harapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Rahardjo meminta warga di wilayahnya untuk tidak lengah dan terus menepkan upaya pencegahan dengan memaksimalkan protokol kesehatan. Apalagi, fenomena yang ada saat ini, banyak pasien positif Covid-19 adalah orang tanpa gejala  (OTG).

“Kami minta semua disiplin menerapkan protokol kesehan,” ujar dia.