Pengelola Objek Wisata Tak Patuh Protokol Kesehatan di Bantul Kena Tegur

Wisatawan menikmati keindahan Songgo Langit, Mangunan, Bantul, Kamis (6/6/2019).- Harian Jogja - Salsabila Annisa Azmi
03 Oktober 2020 04:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Kepala Dinas Pariwisata Bantul mengaku jawatannya telah menegur pengelola objek wisata yang lengah, tidak mematuhi protokol kesehatan dari Coronavirus Disease atau Covid-19.

"Teguran kami sudah ada beberapa yang dilakukan pembinaan di beberapa destinasi pengelola misalnya di Setren Opak untuk melakukan protokol kesehatan" kata Kwintarto, Jumat (2/10/2020).

Baca juga: Akhir Oktober Ini Kemungkinan Jogja-Solo Sudah Terhubung Kereta Listrik

Bukan hanya di objek wisata yang dikelola masyarakat, teguran juga dilakukan pada pengelola wisata yang ada di bawah naungan Dinas Pariwisata seperti di Parangtritis. Ia tidak menampik belum semua pengelola wisata memperketat protokol kesehatan, terutama di objek wisata alam.

Sebab wisata alam seperti pantai banyak pintu masuk dan titik kumpul tersebar di beberapa lokasi. Sementara petugas dari Dinas Pariwisata terbatas sehingga tidak mampu menjangkau semua. Sebenarnya Dinas Pariwisata sudah berupaya membentuk satuan tugas khusus pemantau protokol kesehatan yang terdiri dari unsur Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, Polres Bantul, Kodim Bantul dan tim SAR.

Baca juga: Mindbrewing: Mengenal Kopi Lebih Dalam bersama Inspira Roasters

Namun pelanggaran selalu terjadi terutama soal penggunaan masker dan jaga jarak. Pihaknya selalu melakukan evaluasi dan meminta pengelola wisata lebih memperketat lagi protokol kesehatan. Sejauh ini belum ada objek wisata yang direkomendasikan untuk tutup karena pelanggaran protokol kesehatan.

Dinas Pariwiasata masih melakukan pembinaan dan teguran. "Kalau dibina enggak mau berubah tentu kami akan buat teguran satu, dua, sampai teguran tiga. Kalau tak dindahkan baru penutupan," ujar Kwintarto.

Lebih lanjut, mantan Camat Sewon ini menyatakan kunjungan wisatawan ke Bantul hampir mencapai normal di masa adaptasi kebiasaan baru ini. Ia mencatat sejak 27 Juli sampai 27 September lalu total wisatawan yang berkunjung ke Bantul mencapai 556.000 orang. Khusus September tercatat ada sekitar 150.000 orang, masih di bawah kunjungan di September 2019 sebanyak sekitar 180.000 orang.

"Kalau dikatakan normal 100 persen belum, tapi kira-kira 70 persen jika dibandingkan tahun lalu," tandas Kwontarto.

Sementara Ketua Koperasi Notowono atau wadah pengelola sejumlah objek wisata di Mangunan dan sekitarnya, Purwo Harsono mengatakan kunjungan wisatawan ke Mangunan masih belum normal seperti sebelum adanya Covid-19. Pihaknya juga belum berani menggencarkan promosi karena tren penularan Covid masih cukup tinggi di Bantul.

"Baru sekitar 25 persenan kunjungan wisatawan jika dibanding sebelum Covid-19," kata Purwo. Saat ini pihaknya masih melakukan pembenahan dan perbaikan sarana dan prasarana penunjang destinasi, termasuk menyiapkan wisata malam.

Pria yang akrab disapa Ipung ini menyatakan sarana penunjang protokol kesehatan di objek wisata Mangunan dan sekitarnya yang berada di bawah naungan Koperasi Notowono sudah tersedia.