Lurah Concat Tersangka Tanah Kas Desa, Ini Respons KPH Yudanegara
KPH Yudanegara mengingatkan seluruh lurah di DIY agar pemanfaatan Tanah Kas Desa wajib mengantongi SK Gubernur sesuai Pergub DIY Nomor 24 Tahun 2024.
Petugas Dinas Kesehatan Kota Jogja meneliti sampel darah para pedagang dalam tes cepat atau Rapid Diagnostic Test (RDT) Covid-19 di Pasar Beringharjo, Jogja, Rabu (03/06/2020). /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, UMBULHARJO - Wacana selter bagi tenaga kesehatan (nakes) masih terus dimatangkan Pemkot Jogja. Dinkes Kota Jogja menyebutkan kajian soal kebutuhan selter nakes dan strategi work form home (WFH) telah dilakukan dan diajukan kepada Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani menjelaskan ada dua hotel pendidikan yang nantinya bisa dijadikan opsi sebagai selter nakes. dengan kemungkinan pengembangan selter, pertama selter sebagai asrama bagi nakes yang berdomisili di luar kita sifatnya seperti mes dan yang kedua selter bagi nakes yang terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala. "Ini belum Kota bicara rinci tapi dari Pemkot Jogja sudah ada niat," jelasnya pada Minggu (4/10/2020).
BACA JUGA : Puluhan Tenaga Kesehatan di DIY Terpapar Covid-19,
Emma menerangkan jika berfungsi sebagai asrama, maka selter akan dihuni para nakes yang andil dalam penanganan Covid-19 dan bekerja di fasilitas kesehatan pemerintahan serta nakes yang rumahnya di luar kota.
"Nakes itu lah, misalnya rumahnya luar kota itu nanti bisa saja istirahatnya dalam waktu dua atau tiga atau bisa di situ, jadi tidak bolak balik misalnya ke Klaten atau Purworejo," tandasnya.
Pengoperasian selter nakes sebagai asrama untuk nakes merupakan salah satu bentuk fasilitas kenyamanan bagi para nakes. "Memberikan tempat istirahatlah istilahnya, sehingga nanti dalam pelayanan maksimal dan dia tidak gampang ketularan, nanti kalau kondisi dia turun, paparannya banyak sekali, ya walaupun dia pakai APD, yang Wirobrajan itu kan sudah pakai apd level tiga nyatanya juga masih kena [Covid-19]," ungkapnya.
Ia berharap selter nakes yang sedang tengah dibahas memang bukan diperuntukkan bagi nakes yang positif. Meski dia tidak menampik bahwa kemungkinan selter nakes sehat dan selter nakes positif bisa dioperasikan keduanya.
BACA JUGA : Tertular Pasien Positif, 10 Nakes di Sleman Terinfeksi Corona
"Ini nanti bisa saja berkembang, kemarin ada dua, mungkin nanti bisa saja yang tidak konfirmasi positif bisa disewakan hotel mana, kan enggak masalah, dia enggak positif, nanti yang positif ya mungkin di hotel pendidikan, kalau yang hanya untuk istirahat kita banyak pilihan, tapi yang positif tapi OTG kalau rumahnya jauh, mungkin kalau isoalsi di rumah nanti malah menularkan keluarganya," jelasnya.
Saat ini kajian yang sedang diproses terkait strategi Work From Home (WFH) bagi nakes. Konsep WFH akan berpaku pada tingkat risiko wilayah. Misalnya, suatu wilayah masuk dalam kategori rendah maka tingkat pekerja yang WFH hanya 25 persen. Sedangkan untuk wilayah risiko tinggi persentase pekerja WFH 50 persen, sedangkan untuk wilayah berisiko tinggi persentase pekerja WFH sebesar 75 persen.
"Kami kan baru juga akan memikirkan turn off dari nakes, karena mereka juga ada keterbatasan, sudah kita lakukan kajian, untuk bisa menetapkan daerah kita ini, apalagi kita risiko rendah atau sedang, nanti ada hubungannya dengan aturan WFH," katanya.
Kajian WFH telah masuk ke Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja. Kajian telah masuk ke Satgas, setelahnya akan dibahas dengan organisasi dengan BKPP, lalu diputuskan Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja.
"Kami baru mengkaji, nanti baru dibahas untuk kemudian ditentukan, misal kita memang daerah risiko sedang, berarti 50 persen harus WFH," ujarnya.
BACA JUGA : 120 Tenaga Kesehatan di Bantul Terkonfirmasi Positif Covid-19
Sebelumnya Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Heroe Poerwadi menuturkan pihaknya telah berkomunikasi dengan para nakes menyangkut kebutuhan selter nakes. Bila dibutuhkan, hotel pendidikan di Kota Jogja siap diproyeksikan menjadi selter nakes. Dikatakan Heroe pihak hotel mengaku bersedia untuk dijadikan selter nakes, namun Heroe belum tahu rinci berapa kapasitas daya tampung hotel bisa menampung para nakes.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPH Yudanegara mengingatkan seluruh lurah di DIY agar pemanfaatan Tanah Kas Desa wajib mengantongi SK Gubernur sesuai Pergub DIY Nomor 24 Tahun 2024.
Sebanyak 104 warga Distrik Manggelum mengungsi ke Tanah Merah setelah gangguan keamanan dan dugaan aksi KKB di Boven Digoel.
Jadwal KRL Jogja–Solo Senin 8 Juni 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tersedia 14 perjalanan dengan tarif Rp8.000.
Kebocoran pipa gas Pertamina EP di Babelan, Bekasi, berhasil ditangani kurang dari 90 menit. Aliran gas dihentikan untuk cegah risiko lanjutan.
Jadwal KRL Solo–Jogja Senin 8 Juni 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Cek jam keberangkatan dan tarif terbaru Rp8.000.
Kemdiktisaintek dan IRD Prancis memperkuat kolaborasi riset melalui skema pendanaan bersama untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.