Sowan Gus Ali Gunungpring, DWS-ACH Diminta Rawat Bibit Kawit Sleman

Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Sleman Nomor Urut 1 Danang Wicaksana Sulistya (DWS) dan Raden Agus Choliq (ACH) sowan ke kediaman KH Aly Qayshar, pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Timur, Gunung Pring Muntilan./Ist
05 Oktober 2020 19:47 WIB Media Digital Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sleman Nomor Urut 1 Danang Wicaksana Sulistya (DWS) dan Raden Agus Choliq (ACH) diminta untuk menjaga situs terkait sesepuh Sleman. Hal itu diungkapkan pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Timur, Gunungpring, Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah KH Ali Qayshar saat kedua paslon, Minggu (4/10/2020).

Menurut Gus Ali, sapaan KH Ali Qayshar yang merupakan penerus dari KH Ahmad Abdul Haq (Mbah Mad) Watucongol itu, DWS-ACH harus mulai mencari peninggalan sejarah peradaban Islam di Sleman. Setidaknya, masih menurut Gus Ali, ada lima makam waliyullah yang ada di empat penjuru wilayah Sleman yang harus dirawat.

"Nyuwun diopeni Mas Danang, Mas Agus. Mereka besar jasanya untuk Sleman, paling tidak diziarahi," pinta Gus Ali.

Permintaan Gus Ali tidak berlebihan. Pasalnya, DWS-ACH merupakan "jagoan" kalangan Nahdlatul Ulama yang diharapkan dapat ikut menjaga tradisi berziarah ke makam pendahulu yang dianggap berjasa pada syiar Islam.

BACA JUGA: Sudah Ratusan Warga di Gunungkidul Mundur dari Program PKH

Rombongan DWS-ACH diterima di kediaman Gus Ali selama sekira dua jam. Dalam diskusi yang berlangsung informal itu, paslon dari Koalisi Gerbang Persatuan itu mendapatkan berbagai masukan tentang berbagai hal. Gus Ali yang merupakan cucu salah satu panglima perang Pangeran Diponegoro itu juga meminta DWS dan ACH untuk tidak lupa diri dan tetap memiliki kepekaan rasa.

"Rawat betul masyarakat kecil. Diperhatikan, diayomi," pesan Gus Ali.

Tak hanya itu, DWS dan ACH juga bertukar pandangan terkait upaya memajukan pendidikan, terutama di pesantren. Gus Ali membagikan pengalamannya mengelola pesantren yang tidak hanya mempelajari ilmu agama kepada DWS dan ACH.

Menurut Gus Ali, santri perlu juga mendapat penguatan keterampilan sebagai tambahan ilmu untuk berdakwah di masyarakat.

Di tempat yang sama, DWS menyatakan masukan dari Gus Ali memiliki kesesuaian dengan visi misi yang diembannya. Masyarakat pesantren dalam visi dan misi DWS-ACH akan menjadi subyek yang harus mendapatkan penguatan di bidang kesehatan, pendidikan dan ekonomi. Selain itu, paslon ini juga memiliki misi pelibatan akademisi dan pesantren dalam membangun.

"Cocok, kami juga memiliki concern untuk membangun santri yang juga andal dalam keterampilan lain," kata DWS.

Kunjungan paslon yang diusung oleh Partai Gerindra, PKB dan PPP itu merupakan bagian dari safari sowan tokoh sepuh. Bagi DWS-ACH, doa para tokoh kharismatik cukup penting untuk memantapkan diri. Selain berharap restu dari para ulama yang dituakan, keduanya juga mengaku menimba masukan untuk membangun dan menjaga keharmonisan Sleman ke depan. (*)