Tagar Ajakan Demonstrasi #JogjaMemanggil Menggema di Twitter

Tagar JogjaMemanggil yang trending di twitter, Rabu (7/10/2020). - @Twitter
07 Oktober 2020 19:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Ajakan menggelar demonstrasi di Jogja melalui tagar #JogjaMemanggil menggema di twitter Rabu (7/10/2020). Mahasiswa berencana melakukan aksi demo besar-besar di sejumlah titik seperti simpang tiga Gejayan hingga Bundaran UGM.

BACA JUGA : Ratusan Mahasiswa Blokade Pertigaan UIN Jogja Protes

Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, Rabu (7/10/2020) malam, tagar #JogjaMemanggil sudah ada 14.800 warganet yang melambungkan tagar tersebut melalui unggahan masing-masing akun twitter. Ajakan itu disertai dengan sejumlah tautan mulai dari keperluan perlengkapan untuk melakukan aksi demo Ketika berhadapan dengan aparat di lapangan.

Salah satu akun yang bersiap melakukan aksi adalah mahasiswa yang mengatasnamakan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) @Uadmovement. Akun ini melampirkan undangan aksi  #JogjaMemanggil yang akan digelar pada Kamis (8/10/2020) dengan titik kumpul di Kampus I UAD. Akun ini juga meminta peserta aksi untuk menyiapkan sejumlah peralatan seperti paying, jas hujan, poster, masker, handsanitizer hingga persediaan obat pribadi.

BACA JUGA : Singgung Demo Omnibus Law, Akun @iwanfals Di-bully 

“Mari rapatkan barisan kawan2 UAD Bergerak kembali turun ke jalan #jogjamemanggil  #BatalkanOmnibusLaw  #MosiTidakPercaya,” cuit akun @Uadmovement, Rabu (7/10/2020).

“Saya menolak kluster pendidikan dimasukkan ke dalam RUU Cipta Kerja! Tolak komersialisasi pendidikan. #RevolusiPendidikan #MosiTidakPercayaJokowi #BubarkanDPR  #JogjaMemanggil,” cuit akun @JosardiAzh.

“Ajakan #jogjaMemanggil turun ke jalan serentak bersama dg aksi di berbagai titik di Indonesia. Besok 8 Oktober! Bundaran Gejayan. Bersiap dan merapat #CabutOmnibuslaw #StopRugikanRakyat,” tulis akun @Lini_ZQ.

BACA JUGA : Polisi Tak Akan Izinkan Demo Batalkan RUU Omnibus Law