Mulai Hujan, Warga Kota Jogja Diminta Bersiap

Ilustrasi. - Reuters
12 Oktober 2020 07:47 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Kota Jogja memasuki musim hujan. Berbagai persiapan untuk mencegah potensi bencana hidrometerologi pun dilakukan.

Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi mengimbau warga yang untuk bersiap-siap menghadapi musim hujan khusus masyarakat di sekitar bantuan sunga. “Bahwa di masa penghujan siap-siap, terutama warga yang berada di bantaran sungai, kami imbau membersihkan segala sesuatu yang membuat aliran sungai tidak lancar, termasuk wilayah yang rawan longsor ," ujarnya pada Sabtu (11/10/2020).

BACA JUGA : Peralihan Musim Sebentar Lagi, BMKG DIY Ingatkan Cuaca 

Heroe menjelaskan Pemkot Jogja telah melakukan berbagai upaya pencegahan yang berpotensi muncul di musim hujan. Salah satu upaya preventif tersebut dengan melakukan beberapa penebaganan pohon yang dinilai rawan tumbang. Selain itu melalui BPBD Kota Jogja siap seluruh anggota Kampung Tangguh Bencana (KTB) pun diminta untuk segera melakukan beberapa pencegahan. "Kami sudah mengingatkan kepada teman-teman KTB untuk melakukan monitoring sekitarnya, cipta kondisi hingga lingkungan benar-benar aman," terangnya.

Pencegahan melalui berbagai infrastruktur pun diklaim Heroe telah dilakukan. Perbaikan talut telah dilakukan di beberapa titik untuk mencegah terjadinya longsor. Talut yang diperbaiki sudah sesuai dengan upaya M3 (Mundur, Madep kali dan Munggah). Ia melihat kemajuannya, sebagian besar sudah diperbaiki dan telah memenuhi M3. Namun Heroe tidak menampik bahwa di beberapa titik memang masih rawan longsor seperti di kawasan Winongo atau di Gajahwong yang mungkin masih rawan.

BACA JUGA : Sudah Masuk Kemarau Jogja Masih Diguyur Hujan Deras

"Meski pun kemarin [talut Winongo dan Gajahwong] sempat diperbaiki dan kita normalkan, karena posisinya tinggi, antara sungai dengan talutnya tinggi, itu lah yang rawan-rawan longsor," ujarnya.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Iswari Mahendrarko menyebutkan titik banjir di periode terbilang kecil. Iswari mencatat hanya banjir di wilayah Klitren saja yang sempat parah. "Lainnya cuma genangan yang hanya lewat, surut dengan cepat," katanya.

Di sisi lain dari catatan longsor, musim hujan periode lalu pun relatif rendah. Menurut penuturan Iswari hanya dua titik saja yang talut retak hingga ambrol belum sampai menyebabkan longsor. "Tahun kemarin hanya ada dua talut ada retakan-retakan," terangnya.

BACA JUGA : Potensi Hujan di DIY sampai Juni

Kendati potensi longsor dan banjir relatif rendah di Kota Jogja pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada KTB secara bertahap untuk melakukan beberapa kegiatan. Adapun kegiatan yang diarahkan kepada KTB yakni selalu memonitor tinggi permukaan air dan memeriksa apakah ada retakan-retakan talut.  "Dalam satu atau dua pekan ini, kami akan melayangkan surat resmi untuk antisipasi pencegahan bencana di musim hujan," katanya.