Emas Antam Tembus Rp2,65 Juta/Gram, Ini Daftar Harga Terbaru
Harga emas Antam naik jadi Rp2.655.000 per gram. Simak daftar lengkap harga emas UBS dan Galeri24 terbaru hari ini.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Awal musim hujan diprediksi terjadi pada Oktober mendatang. Selama masa peralihan musim, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem.
Kepala Stasiun Klimatologi Sleman BMKG Jogja Reni Kraningtyas mengatakan awal musim hujan diprediksi terjadi pada pertengahan Oktober hingga awal November. Berdasarkan dinamika atmosfer laut, fenomena La Lina kategori lemah berpeluang terjadi pada Oktober hingga Januari 2021. Adapun fenomena indian ocean dipole diprediksi normal hingga akhir tahun dan angin monsun Asia diprediksi terjadi pada November mendatang.
"Awal musim hujan kondisi semua daerah di DIY rata-rata sama, sementara puncak musim hujan diprediksi terjadi pada Februari 2021," katanya, Selasa (29/9/2020).
Meskipun begitu, BMKG meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem selama masa pancaroba atau peralihan musim. Alasannya di masa peralihan atau pancaroba ini umumnya keadaan atmosfer cukup labil, sehingga potensi pembentukan awan konvektif dapat terjadi.
Jika jumlah curah hujan pada September berkisar 20 - 50mm perdasarian, maka pada Oktober nanti diprediksi jumlah curah hujan akan meningkat berkisar 40 - 70 mm/dasarian. Di masa peralihan yang perlu diwaspadai masyarakat seperti hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang. Potensi genangan, banjir hingga longsor juga perlu diperhatikan.
"Cuaca ekstrem ini dapat terjadi terutama di siang hingga sore hari dengan skala lokal," tambah Kepala kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Sleman Etik Setyaningrum.
Sebelumnya, BPBD Sleman melaporkan adanya pohon beringin yang tumbang menimpa bangunan TK Among Siwi Dukuh Patran 01/01, Banyuraden, Gamping pada Senin (28/9). Tumbangnya pohon tersebut menyebabkan kerusakan pada bagian atap dan keretakan pada dinding ruang kelas.
"Pohon berdiameter 2,5 meter itu tumbang karena akar pohon sudah rapuh. Tidak ada korban jiwa dan pohon sudah dievakuasi," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan.
Adapun, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman, Dwi Anta Sudibya mengatakan selama ini DLH rutin memantau pohon yang berada di jalan kabupaten, jalan provinsi, dan jalan nasional saja. Adapun pohon yang berada di permukiman warga bukan tanggungjawab DLH.
Meskipun begitu, DLH meminta masyarakat melapor jika ada pohon yang berpotensi tumbang untuk ditindaklanjuti oleh petugas. "Karena yang paling tahu kondisi lingkungan adalah masyarakat, maka kami meminta agar dilaporkan pohon yang berpotensi tumbang," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga emas Antam naik jadi Rp2.655.000 per gram. Simak daftar lengkap harga emas UBS dan Galeri24 terbaru hari ini.
Ilmuwan menemukan spesies dinosaurus baru berusia 210 juta tahun di Zimbabwe. Temuan ini membuka wawasan baru tentang evolusi dinosaurus awal di Afrika.
Myanmar mengesahkan UU Anti-Penipuan Daring yang mempercepat pembekuan rekening dan menjatuhkan hukuman hingga hukuman mati bagi pelaku.
Sebanyak 287 pelajar mengikuti KAP Kota Jogja 2026. PASI Kota Jogja menargetkan menjadi juara umum POPDA 2029 melalui pembinaan atlet berkelanjutan.
Persebaya Surabaya memastikan tiket semifinal Piala Presiden 2026 usai mengalahkan PSMS Medan 1-0 lewat gol Yuran Fernandes di Stadion Gelora Bung Tomo.
Bareskrim Polri memetakan sumur minyak rakyat di Blora untuk mendukung peningkatan produksi. Warga juga menyampaikan aspirasi terkait pengelolaan sumur.