Lebih Dari 150 Penghuni Ponpes di Sleman Tertular Covid-19

Ilustrasi. - Freepik
12 Oktober 2020 18:37 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Tracing kasus Covid-19 di yang ditemukan di sejumlah pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Sleman terus dilakukan dan hasilnya terus bertambah. Hingga Senin (12/10/2020), total kasus positif Covid-19 dari tiga ponpes di Sleman berjumlah 153 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo menuturkan selama dua hari terakhir tidak ada penambahan kasus positif untuk klaster ponpes di Sleman. Ada tiga ponpes yang menjadi lokasi penemuan kasus positif Covid-19, yaitu dua ponpes di Kapanewon Ngaglik serta satu ponpes di Prambanan.

"Satu ponpes kecil di Ngaglik sudah berhenti ditracing dan hanya ditemukan satu kasus positif Covid-19. Dua ponpes lainnya masih lanjut tracing," kata Joko pada Senin.

Ia merinci dari dua ponpes yang masih dilakukan tracing itu ditemukan total 152 kasus. Pada ponpes besar di Ngaglik ditemukan 135 kasus, sementara pada ponpes di Prambanan ada 17 kasus penghuni terpapar Covid-19.

BACA JUGA: Kapan Bioskop di Jogja Dibuka Kembali? Ini Kata Pemkot

Hingga saat ini, Pemkab Sleman sudah melakukan rapid test kepada kurang lebih 700 orang, dengan 220 penghunu di antaranya menjalani uji usap. "Yang kontak erat, kami swab langsung. Kalau kontak tapi tidak erat, kami rapid test dulu. Kalau ada reaktif baru kami swab. Tahapan kami seperti itu," ujarnya.

Joko menambahkan, selain menjalankan proses tracing, diketahui sudah banyak pula kasus Covid-19 ponpes yang sembuh. "Kalau hari kemarin ada penambahan kesembuhan Covid-19 sampai 125 orang, sebagian besar dari ponpes itu. Kurang lebih sekitar 75-80 itu dari sana," kata dia.

Menurutnya, pasien dari klaster ponpes ada yang menunjukkan gejala ringan dan tanpa gejala. Adapun jika bergejala ringan, rata-rata pasien batuk dan anosmia atau tidak dapat menggunakan indera pengecapan dan penciuman dengan baik.