62 Karyawan yang Terinfeksi Corona di Sleman Berasal dari Perusahaan Pengelola Call Center

Ilustrasi. - Freepik
12 Oktober 2020 19:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Sebanyak 62 karyawan di sebuah perusahaan pengelola layanan call center di Sleman dinyatakan positif Covid-19. Ini menambah daftar klaster baru penyebaran virus Covid-19 di wilayah Sleman.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo mengatakan
sejauh ini sudah ada 675 karyawan yang di-rapid tes. Hasilnya, 62 dinyatakan positif Covid-19 berdasar uji swab. Sebagian diisolasi di rumah sakit dan lainnya di shelter Asrama Haji. "Dari 62 kasus tersebut bukan semuanya warga Sleman. Sebagian berasal dari luar Sleman seperti Kota Jogja, Bantul dan lainnya," kata Joko saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (12/10/2020).

Untuk sementara, katanya, hasil tracing tersebut baru sebatas karyawan perusahaan tersebut. Tracing belum dilakukan bagi keluarga dan kontak erat pasien Covid-19. "Yang sudah ditracing baru karyawan di lantai dua dan tiga. Perusahaan belum melakukan tracing di lantai satu dan lantai empat," katanya.

Kasus tersebut bermula saat salah seorang karyawan meminta izin tidak masuk kerja dikarenakan sakit. Saat dirapid test, ternyata karyawan tersebut reaktif dan hasil uji swab dinyatakan positif Covid-19. "Sebagai bentuk kewaspadaan perusahaan pun melakukan rapid test massal kepada seluruh karyawan," katanya.

BACA JUGA: Nyaru Jadi Pekerja Proyek, Komplotan Maling Gasak Alat Kelistrikan di YIA Bernilai Ratusan Juta

Atas inisiatif dari perusahaan tracing pun dilakukan kepada 556 karyawan. Mereka mengikuti rapid test massal bekerja sama dengan sebuah rumah sakit. Hasilnya diketahui 26 karyawan reaktif. Setelah mengikuti uji swab sebanyak 19 karyawan ternyata positif terpapar Corona.

"Dari 19 karyawan yang positif Covid-19 sebanyak tujuh di antaranya warga Sleman. Ini hasil dari pemeriksaan karyawan yang ada dalam satu lantai dengan suspek," jelas Joko.

Sehari setelahnya, rapid test menyasar 119 karyawan yang berada di lantai lainnya. Hasilnya terdapat 58 karyawan yang reaktif di mana setelah melakukan uji swab sebanyak 43 dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. "Dari 43 pasien positif tersebut, kami belum mengetahui berapa jumlah warga Sleman. Sebab datanya langsung ke Dinkes DIY," kata Joko.