Pilkada Sleman: DWS-ACH Terima Dukungan PSI dan Milenial

Pasangan calon bupati dan wakil bupati Sleman nomor urut 1 Danang Wicaksana Sulistya - Raden Agus Choliq (DWS-ACH) menerima pernyataan dukungan dari DPD PSI Sleman di Sekretariat Koalisi Gerbang Persatuan di Jalan Magelang, Denggung, Sleman, Senin (12/10/2020). - Istimewa
12 Oktober 2020 20:37 WIB Media Digital Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Pasangan calon bupati dan wakil bupati Sleman nomor urut 1 Danang Wicaksana Sulistya - Raden Agus Choliq (DWS-ACH) menerima pernyataan dukungan dari DPD PSI Sleman di Sekretariat Koalisi Gerbang Persatuan di Jalan Magelang, Denggung, Sleman, Senin (12/10/2020).

Selain menyerahkan dukungan, PSI Sleman juga meminta DWS-ACH untuk menjelaskan lebih detail visi dan misi serta program unggulannya. Ketua DPD PSI Sleman Syoferli Darma Putra yang hadir bersama sejumlah pengurus partai lain menyatakan, dukungan kepada DWS-ACH dilandasi pertimbangan bahwa pasangan nomor urut 1 itu diusung koalisi partai nasionalis dan kelompok Islam moderat.

Syoferli menyebut PSI mantap berada dalam satu barisan dengan Koalisi Gerbang Persatuan karena adanya harapan untuk masa depan keberagaman di Sleman. Perpaduan koalisi yang mengusung DWS-ACH dipandang dapat menjawab tantangan peradaban dan menjaga kemajemukan.

"Selain itu, kami juga optimistis DWS-ACH dapat mengangkat keberagaman sebagai potensi dalam membangun. Budaya di Sleman juga memiliki masa depan yang bagus karena baik Mas Danang maupun Mas Agus kami pandang mampu bersinergi dengan seniman, budayawan dan memiliki perspektif serta konsep jelas dalam pengembangan kedepannya," kata Syoferli.

PSI yang merupakan debutan pada Pemilu 2019 lalu merupakan representasi dari golongan pembaharu. Meskipun secara umum partai ini belum dapat mengantarkan kadernya ke Senayan, namun perolehan 14 ribu suara di Sleman dapat dimaknai sebagai indikasi kehendak politik kaum muda.

Sejauh ini, DWS dan ACH dianggap lebih mampu menyesuaikan diri dengan tren dan fenomena di lingkup milenial. Pasangan yang secara usia baru kepala empat ini dianggap lebih mudah "nyambung" saat harus mencari solusi dalam persoalan kekinian.

Oleh kalangan muda, DWS-ACH dianggap lebih pas karena dapat memposisikan diri sebagai partner kerjasama daripada sekadar pengambil kebijakan. Dengan demikian, milenial merasa terakomodir dan memiliki kesempatan lebih nyata untuk berperan dalam membangun wilayah.

Menurut data yang dimiliki DPD PSI Sleman, ada sekitar 30% warga yang masuk dalam kelompok milenial. Sikap politik remaja dan golongan muda selama ini masih kurang jelas, bahkan cenderung apolitis. Kendati demikian, inovasi, ide baru dan tawaran transparansi yang ditawarkan PSI mampu mencatatkan perolehan suara yang cukup signifikan di Sleman pada Pileg 2019 lalu.

Perolehan suara itu bagi PSI adalah embrio yang harus dirawat dan dibesarkan. Sikap dan kehendak politik kaum muda di Sleman juga harus mendapatkan saluran yang memadai, bersih dan dapat dipercaya. Hal itu pulalah yang mendasari pernyataan dukungan kepada DWS-ACH.

"DWS-ACH adalah representasi kaum muda untuk perubahan Sleman," katanya.

Setelajh menerima dokumen dukungan, DWS menyatakan dengan bergabungnya PSI, nomor urut 1 menjadi lebih berwarna. Bagi DWS-ACH, warna-warni dalam barisannya adalah cerminan kemajemukan masyarakat Sleman.

Dukungan PSI juga semakin membuat DWS merasa yakin Sleman akan maju lebih cepat karena masuknya tenaga muda dan kreatif yang merupakan ciri konstituen partai berlambang mawar itu.

"Terima kasih, saya dan Mas Agus Choliq berharap PR-PR besar akan lebih cepat diselesaikan dengan masuknya anak-anak muda kreatif ini ke barisan," ujar DWS.