Sekolah Ramah Anak, Anak Senang, Aman, dan Nyaman Belajar di Sekolah

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2)DIY selama dua hari melaksanakan Pelatihan Konvensi Hak Anak dengan Manajemen Kasus bagi SDM pemyedia layanan.
14 Oktober 2020 12:17 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY selama dua hari melaksanakan Pelatihan Konvensi Hak Anak dengan Manajemen Kasus bagi SDM pemyedia layanan.

Pelatihan ini diikuti oleh 15 SMA/SMK/MA yang sudah ditetapkan menjadi Sekolah Ramah Anak (SRA). Peserta terdiri para guru bimbingan konseling, karena di tangan mereka anak anak seringkali berkeluh kesah, menjadi tempat rujukan penyelesaian berbagai persoalan.

Erlina Hidayati selaku Kepala DP3AP2 DIY menyampaikan bahwa PBB telah menetapkan Konvensi Hak Anak dan sudah diratifikasi oleh Indonesia serta ditindaklanjuti lebih lanjut melalu Undang Undang Perlindungan Anak, sementara DIY sendiri juga sudah ada Perda Perlindungan Anak.

Dalam level kebijakan ada program indonesia layak anak, provinsi layak anak, kabupaten kota layak anak. Kabupaten kota layak anak terdiri dari berbagai elemen. Salah satunya adalah Sekolah Ramah Anak. "Sekolah Ramah Anak merupakan penyedia layanan yang secara langsung berinteraksi dengan anak-anak," tutur Erlina dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Rabu (14/10/2020).

Narasumber kedua dari Yayasan Bahtera menyampaikan bahwa Konvensi Hak Anak terdiri dari delapan klaster.

Pada sesi ketiga, forum menjadi begitu dinamis ketika narasumber mampu mengajak peserta untuk mencermati kondisi di DIY terkait pemenuhan dan perlindungan hak anak. Di DIY sudah ada banyak sekolah ramah anak, puskesmas ramah anak, ruang bermain ramah anak, dan lain-lain.*