Bus Wisata Malioboro-Parangtritis, Malioboro-Baron, & YIA-Baron Beroperasi, Ini Tarifnya

Bupati Bantul Suharsono saat meresmikan DAMRI Palbapang-YIA di Terminal Palbapang, Kamis (17/9/2020). - Harian Jogja/Jumali
15 Oktober 2020 15:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Perusahaan umum Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (DAMRI) kembali membuka delapan rute baru untuk mendukung Kawasan Startegis Pariwisata Nasional (KSPN) dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di masa pandemi Covid-19 ini. Salah satu rute tersebut adalah jurusan Malioboro Jogja-Parangtritis Bantul.

“Jurusan Malioboro-Parangtritis via Terminal Palbapang Bantul tarifnya Rp15.000,” kata General Manajer Perusahaan Umum DAMRI Yogyakarta, Rahmat Santoso, Kamis (15/10/2020).

BACA JUGA: KABAR WISATA: Wediombo, Pantai Menghadap ke Barat yang Eksotis

Trayek Malioboro-Parangtritis ini akan dilayani dua unit armada DAMRI yang beroperasi dari Hotel Limaran pukul 06.00-17.00 WIB. Dari Malioboro, bus DAMRI melintasi Jalan Parangtritis, Simpang Empat Manding, ke barat lewat Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati Bantul sampai Simpang Empat Gose, kemudian ke selatan Masuk Terminal Palbapang, lalu ke timur masuk Simpang Empat Bakulan dan ke selatan sampai Terminal Parangtritis.

Selain Jurusan Malioboro-Parangtritis, tujuh rute lainnya di DIY-Jawa Tengah adalah Yogyakarta Internasional Airport (YIA)-Wonosari-Pantai Baron yang dilayani empat armada dengan tarif Rp25.000 per orang. Malioboro-Nglanggeran-Wonosari-Pantai Baron empat armada. Malioboro-Gua Kiskendo Kulonprogo tiga armada, Monjali-Slono tiga armada, UGM-Borobudur dua armada, Prambanan-Borobudur tiga armada, YIA-Gunung Gajah-Gua Seplawan-Hutan Pinus Purworejo sampai Borobudur dilayani dua unit armada. “Delapan tambahan rute DAMRI ini mulai beroperasi per hari ini, 15 Oktober 2020,” kata Rahmat.

BACA JUGA: KABAR KAMPUS: Perguruan Tinggi Didorong Suguhkan Integrasi Literasi

Menurut Rahmat, pembukaan delapan rute baru ini untuk memulihkan ekonomi nasional agar usaha kecil menengah (UKM) yang dilalui armada hidup semua, “Kalau trasnportasinya hidup harapannya pertumbuhan ekonomi juga hidup dari sisi UKM, hotel, dan objek wisatanya,” papar Rahmat.

Ia memastikan sebanyak 23 armada yang melayani delapan rute ini dalam kondisi prima. Semua DAMRI yang dioperasikan buatan 2017 dan 2018 dengan kapasitas penumpang maksimal 45 orang. Namun dalam pandemi Covid-19 ini, hanya separuh kapasitas yang boleh diisi. Manajemen juga memberlakukan protokol kesehatan dengan menyemprot disinfektan semua armada setiap hari sebelum beroperasi.

Rahmat mengatakan belum bisa menghitung tingkat keterisian delapan rute baru armada DAMRI karena belum sampai sehari beroperasi. Namun khusus rute Palbapang Bantul-YIA dan sebaliknya yang sudah beroperasi, tingkat keterisian harian rata-rata sekitar 120 orang. “Kalau Sabtu-Minggu bisa sampai lebih dari 300 penumpang,” kata dia.