KABAR KAMPUS: Perguruan Tinggi Didorong Suguhkan Integrasi Literasi

Webinar 1 dengan tema Strategi meningkatkan Kompetensi Literasi, mendukung Transformasi Sumber Daya Manusia (SDM) di Sektor Industri. - ist/uii.
15 Oktober 2020 12:17 WIB Sunartono Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Perguruan tinggi menjadi harapan bagi masyarakat dalam pengembangan literasi terutama untuk kebutuhan industri. Integrasi literasi lama, literasi baru dan literasi teknologi harus dilakukan di tengah era industri 4.0.

Ketua Program Studi Teknik Industri Program Magister FTI Universitas Islam Indonesia (UII) Winda Nur Cahyo menjelaskan perguruan tinggi memiliki peran yang besar dalam literasi. Melalui proses pembelajarannya secara simultan diharapkan mampu memberikan literasi baru yang menyatu dalam penguatan kompetensi bidang keilmuan dan keahlian atau profesi. Oleh karena itu, menurutnya perlu adanya integrasi capaian pembelajaran tiga capaian bidang literasi lama, literasi baru dan literasi keilmuan. Selain itu literasi teknologi harus mampu mendukung transformasi SDM di sektor industri yang kekinian.

BACA JUGA : Perguruan Tinggi Siapkan Skenario Kedatangan Mahasiswa

“Sehingga reorientasi dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi yang mampu mengintegrasikan beberapa literasi ini menjadi penting,” katanya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Rabu (14/10/2020).

Terkait pentingnya pengembangan literasi teknologi ini pihaknya menginisiasi Webinar #1 dengan tema Strategi meningkatkan Kompetensi Literasi, mendukung Transformasi Sumber Daya Manusia (SDM) di Sektor Industri yang digelar Senin (12/10/2020). Inisiasi itu dilakukan dengan melibatkan berbagai kampus di Indonesia.

Ia menjelaskan literasi lama meliputi kompetensi membaca, menulis dan berhitung, sedangkan literasi baru mencakup literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia. Literasi data terkait  dengan  kemampuan membaca, menganalisis dan membuat  konklusi  berpikir berdasarkan data dan informasi (bigdata) yang diperoleh. 

BACA JUGA : Pemda Persilakan Kampus di Jogja Buka Perkuliahan Tatap

Adapun literasi teknologi, kata dia, merupakan kemampuan untuk menggunakan, memahami, mengatur dan menilai inovasi yang melibatkan proses serta ilmu pengetahuan guna memecahkan masalah dan memperluas kemampuan.

“Di dalam literasi teknologi juga terkait dengan kemampuan  memahami cara  kerja  mesin, aplikasi  teknologi  dan  bekerja  berbasis  produk  teknologi  untuk  mendapatkan  hasil maksimal,” katanya. 

Perkembangan literasi menjadi sangat penting diperhatikan, karena literasi merupakan kemampuan awal yang harus dimiliki oleh setiap individu untuk menjalani hidup di masa yang akan datang. Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) mencatat peringkat nilai Programme for International Student Assessment (PISA) Indonesia berdasarkan survei tahun 2018 berada dalam urutan bawah. Untuk nilai kompetensi membaca, Indonesia berada dalam peringkat 72 dari 77 negara. Untuk nilai Matematika, berada di peringkat 72 dari 78 negara dan nilai Sains berada di peringkat 70 dari 78 negara.

BACA JUGA : Dua Kampus di Jogja Masuk Daftar 15 Kampus Klaster 1