UIN Sunan Kalijaga Luncurkan Ki Suka Menjawab, Layanan Informasi Berbasis AI
UIN Sunan Kalijaga meluncurkan Ki Suka Menjawab, layanan informasi publik berbasis AI yang dapat diakses 24 jam dalam beberapa bahasa.
Webinar #1 dengan tema Strategi meningkatkan Kompetensi Literasi, mendukung Transformasi Sumber Daya Manusia (SDM) di Sektor Industri. /ist-uii.
Harianjogja.com, SLEMAN—Perguruan tinggi menjadi harapan bagi masyarakat dalam pengembangan literasi terutama untuk kebutuhan industri. Integrasi literasi lama, literasi baru dan literasi teknologi harus dilakukan di tengah era industri 4.0.
Ketua Program Studi Teknik Industri Program Magister FTI Universitas Islam Indonesia (UII) Winda Nur Cahyo menjelaskan perguruan tinggi memiliki peran yang besar dalam literasi. Melalui proses pembelajarannya secara simultan diharapkan mampu memberikan literasi baru yang menyatu dalam penguatan kompetensi bidang keilmuan dan keahlian atau profesi. Oleh karena itu, menurutnya perlu adanya integrasi capaian pembelajaran tiga capaian bidang literasi lama, literasi baru dan literasi keilmuan. Selain itu literasi teknologi harus mampu mendukung transformasi SDM di sektor industri yang kekinian.
BACA JUGA : Perguruan Tinggi Siapkan Skenario Kedatangan Mahasiswa
“Sehingga reorientasi dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi yang mampu mengintegrasikan beberapa literasi ini menjadi penting,” katanya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Rabu (14/10/2020).
Terkait pentingnya pengembangan literasi teknologi ini pihaknya menginisiasi Webinar #1 dengan tema Strategi meningkatkan Kompetensi Literasi, mendukung Transformasi Sumber Daya Manusia (SDM) di Sektor Industri yang digelar Senin (12/10/2020). Inisiasi itu dilakukan dengan melibatkan berbagai kampus di Indonesia.
Ia menjelaskan literasi lama meliputi kompetensi membaca, menulis dan berhitung, sedangkan literasi baru mencakup literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia. Literasi data terkait dengan kemampuan membaca, menganalisis dan membuat konklusi berpikir berdasarkan data dan informasi (bigdata) yang diperoleh.
BACA JUGA : Pemda Persilakan Kampus di Jogja Buka Perkuliahan Tatap
Adapun literasi teknologi, kata dia, merupakan kemampuan untuk menggunakan, memahami, mengatur dan menilai inovasi yang melibatkan proses serta ilmu pengetahuan guna memecahkan masalah dan memperluas kemampuan.
“Di dalam literasi teknologi juga terkait dengan kemampuan memahami cara kerja mesin, aplikasi teknologi dan bekerja berbasis produk teknologi untuk mendapatkan hasil maksimal,” katanya.
Perkembangan literasi menjadi sangat penting diperhatikan, karena literasi merupakan kemampuan awal yang harus dimiliki oleh setiap individu untuk menjalani hidup di masa yang akan datang. Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) mencatat peringkat nilai Programme for International Student Assessment (PISA) Indonesia berdasarkan survei tahun 2018 berada dalam urutan bawah. Untuk nilai kompetensi membaca, Indonesia berada dalam peringkat 72 dari 77 negara. Untuk nilai Matematika, berada di peringkat 72 dari 78 negara dan nilai Sains berada di peringkat 70 dari 78 negara.
BACA JUGA : Dua Kampus di Jogja Masuk Daftar 15 Kampus Klaster 1
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UIN Sunan Kalijaga meluncurkan Ki Suka Menjawab, layanan informasi publik berbasis AI yang dapat diakses 24 jam dalam beberapa bahasa.
Mantan KSAD Jenderal TNI (Purn) Subagyo HS meninggal dunia di Yogyakarta. Ia pernah memimpin Kopassus dan menjabat KSAD di tiga era presiden.
Survei Poltracking mencatat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran turun dari 81,5 persen pada Oktober 2025 menjadi 64,8 persen pada Oktober 20
Disdikpora Bantul mengingatkan penggunaan AI seperti ChatGPT di sekolah perlu diimbangi berpikir kritis dan pemahaman etika agar siswa tak sekadar menyalin jawa
PLN memastikan blackout Batam-Bintan telah ditangani. Penyebab gangguan masih diselidiki, sementara kompensasi pelanggan mengacu pada aturan.
Stok beras Bulog mencapai 4,5 juta ton setelah Indonesia swasembada dan mulai ekspor. Pemerintah menyiapkan 100 gudang tambahan.