Miliaran Biaya Penanganan Pasien Covid-19 dari Pusat untuk RSUD Jogja Belum Dibayarkan

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
16 Oktober 2020 22:07 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Kucuran anggaran untuk penanganan Covid-19 terus mengalir. Namun di lapangan, klaim yang diajukan rumah sakit untuk biaya penanganan Covid-19 belum terbayarkan penuh.

Belum tuntasnya pembayaran ditemukan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) oleh Pansus Pengawasan Covid-19 DPRD. Ketua Pansus Covid19 DPRD Kota Jogja, Antonius Fokki Ardiyanto menyampaikan jika dari rapat tersebut perwakilan RSUD Yogyakarta meminta Pansus dapat membantu menyelesaikan tunggakan dari kemenkes yang untuk penanganan Covid-19. "Yang baru terbayarkan 20 persen dari total tunggakan sebesar Rp8,6 miliar," jelasnya dalam rilis Kamis (15/10/2020).

Lebih lanjut dituturkan Fokki, tunggakan dana penanganan Covid-19 tersebut sangat penting dalam menjamin keberlangsungan pelayanan masyarakat dalam penanganan Covid-19. "Dalam permasalahan ini Pansus dalam waktu dekat akan memanggil BPJS, karena lembaga ini yang melakukan verifikasi atas tagihan dari RSUD kepada Kemenkes," tegasnya.

BACA JUGA: Lagi, Ponpes di Sleman Jadi Tempat Penularan Covid-19

Direktur Utama RSUD Kota Jogja, Ariyudi Yunita tidak menampik jika ada tunggakan yang masih belum terbayarkan. Dijelaskan Yunita total klaim yang diajukan RSUD Kota Jogja senilai Rp8,6 miliar. Dari jumlah tersebut hanya sebagain saja yang sudah terbayarkan. "Tunggakan bukan Rp8,6 miliar, itu total klaim yang diajukan, baru dibayar uang muka Rp 1,6 miliar oleh Kemenkes," jelasnya.

Total klaim yang diajukan senilai Rp8,6 miliar merupakan klaim penanganan Covid-19 sejak April hingga Oktober. Diteruskan Yunita jika verifikasi memang dilakukan oleh BPJS Kesehatan, namun klaim diajukan ke Kemenkes.

Diakui Yunita, belum lunasnya pembayaran membuat pelayanan terganggu. Namun adanya dana APBD Kota Jogja cukup membantu pelayanan. "Sedikit banyak [berpengaruh] iya, tapi bersyukur masih ada dana dari APBD dan dukungan anggaran belanja tidak terduga," jelasnya.