Anggota DPR RI Gandung Pardiman Tinjau Perbaikan Selokan Mataram

Anggota DPR RI, Gandung Pardiman (tiga dari kiri) saat mendapat penjelasan soal perbaikan saluran air di Selokan Mataram, Jumat (16/10/2020). - Istimewa/Dokumen DPD Golkar DIY \\r\\n
16 Oktober 2020 19:17 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Anggota DPR RI, Gandung Pardiman, meninjau perbaikan Selokan Mataram di Dusun Mayangan, Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping, Sleman, Jumat (16/10/2020). Kunjungan dilakukan untuk menjembatani keluhan warga terkait dengan penutupan saluran Selokan Mataram yang dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO).

Dalam kunjungannya Gandung mengaku mendapatkan banyak masukan terkait dengan dihentikannya aliran air di Selokan Mataram. Banyak warga terutama pembudidaya ikan di sepanjang Selokan Mataram yang mengeluh kekurangan air. Oleh karena itu, Gandung meminta penjelasan secara detail dari BBWSSO terkait dengan penutupan sementara aliran air di Selokan Mataram. “Pembudidaya ikan khawatir jika penutupan dilakukan lebih dari tiga hari, maka kerugian yang diderita bisa mencapai miliran rupiah,” kata Gandung.

Dia berharap upaya perbaikan yang dilakukan BBWSSO bisa dilakukan lebih cepat sehingga aliran air Selokan Mataram bisa kembali normal. Menurutnya, perbaikan harus dilakukan tidak sekadar tambal sulam, dan di sisi lain penutupan aliran air juga tidak menimbulkan dampak bagi pertanian dan perikanan.

Kami menyerahkan perbaikan kepada BBWSSO sesuai situasi dan kondisi di lapangan. Karena kami bukan ahlinya, maka kami minta penjelasan dari BBWSSO sehingga masyarakat bisa tahu permasalahannya,” kata Gandung.

Kepala BBWSSO, Dwi Purwantoro, mengatakan kerusakan cross drain atau saluran bawah Selokan Mataram terjadi Rabu (14/10/2020) dan saat itu juga petugas langsung menindaklanjuti dengan menutup saluran di Bendung Karangtalun, Kabupaten Magelang. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kerusakan yang terjadi. “Setelah saluran dikeringkan, kerusakan ternyata lebih besar dari perkiraan kami. Cross drain yang melintang di bawah saluran Selokan Mataram harus diperbaiki,” paparnya. Menurutnya, penggalian drainase di bawah Selokan Mataram dilakukan untuk memperbaiki saluran yang rusak. Hal ini butuh waktu tujuh hingga 10 hari, menunggu beton mengeras.

Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman, Heru Saptono, mengatakan luas sawah yang terdampak penutupan saluran air di Selokan Mataram mencapai 3.350 hektare. "Ada 232 kelompok petani yang terdampak," katanya.