Rangkaian Tradisi Maulud di Kraton Jogja Digelar Terbatas

Warga berebut sisa-sisa gunungan di halaman masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, Rabu (21/11/2018). - Galih Yoga Wicaksono.
19 Oktober 2020 10:37 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Dengan masih berlangsungnya kondisi tanggap darurat Covid-19 DIY sekaligus menaati anjuran dari pemerintah untuk menghindari kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan, rangkaian kegiatan Hajad Dalem Miyos Gangsa, Kondur Gangsa, dan Garebeg Maulud tahun ini ditiadakan.

Ketiga Hajad Dalem ini semestinya berlangsung selama seminggu, 22-29 Oktober Jimakir 1954/2020. Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura Keraton Ngayogyokarto Hadiningrat, GKR Condrokirono, mengatakan meski ditiadakan, Kraton akan tetap melakukan penyesuaian prosesi.

Baca juga: Begini Cara Pemkab Gunungkidul Cegah Klaster Penularan Corona di Objek Wisata

"Pembagian rengginang secara terbatas untuk kalangan internal Kraton, tanpa mengurangi esensi dan filosofi Garebeg sebagai bentuk konsistensi pelestarian budayaā€¯ ujarnya beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan udhik-udhik, sedekah raja berupa uang logam, beras, dan bunga, yang biasanya dibagikan saat prosesi Kondur Gangsa, akan tetap dilakukan untuk internal Kraton bersamaan dengan prosesi pembagian rengginang pada 12 Maulud atau 30 Oktober.

Di samping itu, segala kegiatan pementasan paket wisata di Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat masih diliburkan hingga waktu yang tidak dapat ditentukan. Meski demikian, selama pandemi Kraton semakin giat menghadirkan konten seputar keraton melalui media sosial dan Youtube Kraton Jogja yang dikelola Tepas Tandha Yekti.

Baca juga: Ibu-Ibu PKK Diminta Sosialisasikan Penggunaan Masker

Keraton melalui KHP Nitya Budaya juga akan menggelar pameran temporer bertemakan Sri Sultan Hamengku Buwono II secara daring dan luring mulai 22 Oktober 2020 hingga awal Januari 2021. Hal tersebut bertujuan agar proses pembelajaran budaya seputar Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat tidak lantas terhenti begitu saja.

Selama pandemi, produksi konten budaya terkait tarian terus menerus dilakukan dan disiarkan secara daring. Di antaranya adalah lomba tari online Beksan Nir Corona, Tutorial Tayungan, Tutorial Macapat, dan Uyon-uyon Hadiluhung. Semuanya adalah beberapa kegiatan yang berada dibawah naungan KHP Kridhomardowo yang bertugas mengelola seni pertunjukan.

Selain bertujuan sebagai sarana edukasi virtual mengenai keraton, konten tersebut diharapkan dapat menjadi referensi kegiatan dan sajian budaya yang dapat dinikmati masyarakat dengan tanpa membuat kerumunan.