Bus Pariwisata Terperosok di Kawasan Tugu Jogja

Sebuah bus pariwisata terpaksa harus dievakuasi menggunakan ekskavator karena ban kiri bus ambles ke dalam bekas galian di sekitar jalan yang berdekatan dengan proyek pengerjaan penataan kawasan simpang Tugu dan penataan kawasan pedestrian Jalan Jenderal Sudirman, Jogja, pada Senin (19/10/2020).-Harian Jogja - Hafit Yudi Suprobo
19 Oktober 2020 19:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Sebuah bus pariwisata terpaksa harus dievakuasi menggunakan ekskavator karena ban kiri bus ambles ke dalam bekas galian di sekitar jalan yang berdekatan dengan proyek pengerjaan penataan kawasan simpang Tugu dan penataan kawasan pedestrian Jalan Jenderal Sudirman, Jogja, pada Senin (19/10/2020).

Supir bus pariwisata Ridwan, 43, warga Mojokerto, Jawa Timur mengatakan jika ia membawa rombongan tamu dari salah satu hotel yang ada di Jalan Sudirman, Jogja. Bus sebelumnya berasal dari arah utara menuju ke timur dengan tujuan salah satu hotel di kawasan Jalan Sudirman, Jogja.

"Dari arah utara menuju hotel, jalannya kan kebagi dua dan ada pembatas. Jadi jalannya habis, tahu-tahu langsung terperosok gitu, gak kelihatan lubangnya," ujar Ridwan saat dikonfirmasi pada Senin (19/10/2020).

Ridwan mengaku jika ia membawa 15 rombongan tamu hotel yang berasal dari Mojokerto, Jawa Timur. Saat bus yang dikendarai oleh Ridwan ambles ban kirinya, memang hujan terjadi walaupun tidak deras.

"Rombongan 15 orang dari Mojokerto, Jawa Timur. Tamu dari salah satu hotel yang ada di Jalan Sudirman, kota Jogja. Tidak ada yang luka," sambung Ridwan.

Atas amblesnya ban kiri bus, kerusakan terjadi di body bawah bus sebelah kiri. Akan tetapi, Ridwan belum bisa memastikan berapa banyak kerusakan terhadap bus yang dikendarainya.

"Kerusakan body yang bawah tapi gak tahu berapa banyak. Kondisi jalan gak ramai sekali. Tiba tiba jleg kaget semua penumpang. Namun, saat ini rombongan sudah ke hotel semua," terang Ridwan.

Sementara itu, Pemimpin Proyek Pembangunan Trotoar Tugu Pal Putih, Goteng, mengatakan jika insiden amblesnya ban kiri bus pariwisata terjadi sekitar pukul 13.00 wib siang. Pihaknya turut membantu dalam upaya mengevakuasi bus.

Disinyalir, amblesnya bus dikarenakan komponen jalan yang rapuh. Akan tetapi, ia menolak jika amblesnya bus dikarenakan imbas proyek yang sedang dilaksanakannya.

BACA JUGA: Buruh Harus Tahu! Ini 64 Komponen Hidup Layak 2020 yang Ditetapkan Menaker

"Amblas gara gara rapuh. Akan tetapi, itu bukan lubang galian kita karena awalnya sudah datar. Yang jelas bukan dampak dari galian saya
karena galian ada di tengah dan di pingir, enggak ada yang di jalan," terangnya.

Dalam mengevakuasi bus, pihaknya membantu dengan diturunkannya alat berat yakni ekskavator. Selain dibantu oleh alat berat, sejumlah pekerja ikut mendorong bus agar beranjak dari lubang yang menjebak ban kiri bus.

"Selama menunggu, petugas mencari alat untuk menarik bus. Tadi di bantu alat berat. Nunggu talinya untuk narik. Dibantu tenaga manusia. Sempat macet sih tapi lancar. Enggak ada korban jiwa. Kerugiannya gak tau. Di sini membantu pengamanan agar bus bisa keluar. Polisi gak pake lama langsung datang," sambung Goteng.

Tidak Ada Pengalihan Arus Bagi Bus

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Lantas Polresta Jogja AKP Imam Bukhori mengatakan jika pasca insiden bus ambles di sekitar Tugu, pihaknya tidak akan melakukan pengalihan arus bagi kendaraan berat maupun bus.

"Selama ini kan kendaraan berat (bus) lewat situ kan fine-fine aja gak ada masalah. Terkait rekayasa, kami sudah berikan imbauan agar pengendara kendaraan bermotor berhati-hati karena ada pekerjaan," terang Imam.

Ia tidak memungkiri jika potensi insiden kecelakaan lalu lintas maupun kerusakan bisa terjadi imbas dari proyek pengerjaan penataan kawasan simpang Tugu dan penataan kawasan pedestrian Jalan Jenderal Sudirman.

"Yang namanya pekerjaan pasti ada impact. Nah, dengan adanya pekerjaan itu kita tetap melaksanakan rekayasa. Dari arah utara (Jl AM Sangaji) kan larinya ke arah timur. Sedangkan, ada beberapa imbauan kepada masyarakat jika ada pekerjaan jalan di Tugu. Misalkan pekerjaan penggalian," terang Imam.

Ia mensinyalir jika amblesnya ban kiri bus bagian belakang tersebut terjadi karena komponen jalan yang sedang dilewati tidak terlalu kokoh. Kebetulan, kejadian tersebut berawal saat hujan turun walaupun tidak deras.

"Mungkin kejadian tersebut berawal dari hujan. Biasanya bus lewat situ baik-baik aja kok gak ada masalah. Namun, tadi itu tidak ada korban jiwa, material juga tidak ada, tadi juga sudah dikomunikasikan antara bus dan pekerja di situ tidak ada ganti rugi. Yang penting semua bisa aman aman saja dan tidak ada kerusakan apapun," ungkap Imam.

Berdasarkan catatan dari polisi, kedalaman yang ditimbulkan setelah ban kiri bus bagian belakang ambles tidak sampai satu meter. Imbas dari insiden tersebut juga tidak menimbulkan kemacetan parah di sekitar Tugu.

"Tidak sampai satu meter, kalau satu meter yang pasti sudah penyok itu (busnya). Setengah meter aja tidak ada. Karena kan dari arah barat itu masih mengikuti traffic light. Dan memang jam tadi sedang rush hour. Antrean juga sebenarnya tidak terjadi karena ada insiden bus tersebut," pungkas Imam.