GKR Hemas: Daycare Wajib Berizin, Orang Tua Diminta Aktif Awasi
GKR Hemas dsoroti daycare ilegal di Jogja, tekankan izin dan pengawasan usai kasus kekerasan anak.
Mahasiswa dan warga pegiat sejarah mendengarkan penjelasan tentang kampung Pecinan Ketandan di kawasan Malioboro saat mengikuti jalan-jalan sore, Malioberen di sepanjang jalan Malioboro, Jogja, beberapa waktu lalu./ JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA-Untuk semakin menghidupkan arsip sejarah DIY dan mendekatkannya pada generasi milenial, Pemda DIY berencana membangun diorama arsip, berlokasi di Depo Arsip DIY pada 2021 mendatang. Diorama akan dilengkapi sarana teknologi informasi sehingga pengunjung akan mendapat pengalaman berbeda.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY, Monika Nur Lastiyani, menjelaskan diorama akan dibangun di lantai 1 Depo Arsip, di sebelah selatan Graha Tama Pustaka, Jalan Janti, dengan area seluas 1.432 m persegi.
Arsip yang akan dijadikan konten diorama adalah sejarah DIY yang dibagi kedalam 18 spot. “Diorama ini adalah diorama kearsipan. Kurun waktu yang kita ambil mulai dari Panembahan Senopati sampai dengan Keistimewaan, kalau dirangkum 430 tahun,” ungkapnya, Selasa (20/10).
Untuk dapat merangkum sejarah sepanjang 430 thaun, pihaknya hanya akan meng-highlight beberapa peristiwa penting. Ia mencontohkan seperti masa kenapa jogja jadi kota pelajar, kenapa jadi kota pariwistiwa, bagaimana saat kejadian gempa bumi, dan lainnya.
Pembangunan ini akan menggunakan anggaran keistimewaan 2021 sebesar Rp18 miliar. Pembangunan sarana dan prasarana diharapkan dapat selesai dalam satu tahun, namun untuk konten, akan terus dikembangkan di tahun-tahun berikutnya.
“Kalau bicara arsip kita bicara kapan arsip bisa kita dapatkan. Misal ditemukan arsip baru, konten ini masuk dalam materi yang disajikan dalam diorama. Maka diorama nanti sifatnya dinamis, sangat luwes karena tergantung perkembangan khasanah arsip yang kita dapatkan,” ungkapnya.
Diorama ini kata dia, akan memaksimalkan fasilitas IT sehingga pengunjung juga bisa memanfaatkan handphone masing-masing untuk cari informasi, mengakses video atau audio yang ada di diorama. “Jadi kekinian sekali dan bisa dimanfaatkan kaum milenial,” katanya.
Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, berharap dengan diorama arsip yang dilengkapi fasilitas IT, masyarakat mampu merasakan peristiwa yang pernah terjadi sebagaimana yang ada dalam arsip. “Pemanfaatan teknologi sangat tinggi, sehingga lebih menarik dan mudah merasakan peristiwanya,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
GKR Hemas dsoroti daycare ilegal di Jogja, tekankan izin dan pengawasan usai kasus kekerasan anak.
Warga Prawirodirjan mengeluhkan bau menyengat dari PT Sinar Obor. DPRD Kota Jogja mengancam merekomendasikan penutupan jika tak ada perbaikan.
Perang Iran dilaporkan menguras stok rudal ATACMS dan PrSM milik AS. Simak perbedaan, kemampuan, dan tantangan produksinya.
DFSK E5 Plus hadir di GIIAS 2026 sebagai SUV PHEV premium dengan jarak tempuh hingga 1.400 km dan telah mengantongi lebih dari 1.100 SPK.
RSUP Dr Sardjito menghentikan stase dokter PPDS EPR usai komentar viral soal pasien BPJS. Rumah sakit menegaskan pasien tersebut bukan pasien Sardjito.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,29% pada kuartal II 2026 belum mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas. BPS mencatat pekerja mandiri meningkat, sementara p