Arsip Sejarah DIY Akan Dibuat Diorama

Mahasiswa dan warga pegiat sejarah mendengarkan penjelasan tentang kampung Pecinan Ketandan di kawasan Malioboro saat mengikuti jalan-jalan sore, Malioberen di sepanjang jalan Malioboro, Jogja, beberapa waktu lalu./ JIBI/Harian Jogja - Desi Suryanto
20 Oktober 2020 20:37 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Untuk semakin menghidupkan arsip sejarah DIY dan mendekatkannya pada generasi milenial, Pemda DIY berencana membangun diorama arsip, berlokasi di Depo Arsip DIY pada 2021 mendatang. Diorama akan dilengkapi sarana teknologi informasi sehingga pengunjung akan mendapat pengalaman berbeda.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY, Monika Nur Lastiyani, menjelaskan diorama akan dibangun di lantai 1 Depo Arsip, di sebelah selatan Graha Tama Pustaka, Jalan Janti, dengan area seluas 1.432 m persegi.

Arsip yang akan dijadikan konten diorama adalah sejarah DIY yang dibagi kedalam 18 spot. “Diorama ini adalah diorama kearsipan. Kurun waktu yang kita ambil mulai dari Panembahan Senopati sampai dengan Keistimewaan, kalau dirangkum 430 tahun,” ungkapnya, Selasa (20/10).

Untuk dapat merangkum sejarah sepanjang 430 thaun, pihaknya hanya akan meng-highlight beberapa peristiwa penting. Ia mencontohkan seperti masa kenapa jogja jadi kota pelajar, kenapa jadi kota pariwistiwa, bagaimana saat kejadian gempa bumi, dan lainnya.

Pembangunan ini akan menggunakan anggaran keistimewaan 2021 sebesar Rp18 miliar. Pembangunan sarana dan prasarana diharapkan dapat selesai dalam satu tahun, namun untuk konten, akan terus dikembangkan di tahun-tahun berikutnya.

“Kalau bicara arsip kita bicara kapan arsip bisa kita dapatkan. Misal ditemukan arsip baru, konten ini masuk dalam materi yang disajikan dalam diorama. Maka diorama nanti sifatnya dinamis, sangat luwes karena tergantung perkembangan khasanah arsip yang kita dapatkan,” ungkapnya.

Diorama ini kata dia, akan memaksimalkan fasilitas IT sehingga pengunjung juga bisa memanfaatkan handphone masing-masing untuk cari informasi, mengakses video atau audio yang ada di diorama. “Jadi kekinian sekali dan bisa dimanfaatkan kaum milenial,” katanya.

Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, berharap dengan diorama arsip yang dilengkapi fasilitas IT, masyarakat mampu merasakan peristiwa yang pernah terjadi sebagaimana yang ada dalam arsip. “Pemanfaatan teknologi sangat tinggi, sehingga lebih menarik dan mudah merasakan peristiwanya,” kata dia.