900 Ton Gandum Sudah Dikirim ke Palestina, Laju Peduli Ungkap Sumbernya
Laju Peduli telah mengirim lebih dari 900 ton gandum ke Palestina selama delapan tahun. Bantuan dihimpun dari sedekah masyarakat.
Jumiran menunjukkan kartu BPJS Kesehatan miliknya, Kamis (22/10/2020)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN—Jumiran, warga Brian, Kalurahan Margomulyo, Kepanewon Seyegan, mengaku bersyukur diberi kesehatan yang baik. Apalagi, dia bekerja sebagai karyawan outsourcing sehingga masalah kesehatan selalu ia jaga dan perhatikan.
"Saya hanya sering sakit ringan seperti pusing. Alhamdlillah belum pernah sakit sampai opname. Sebagai pemegang BPJS kesehatan, saya juga belum pernah meminta rujukan untuk dirawat di rumah sakit," katanya kepada Harian Jogja, Kamis (22/10).
Kalaupun sakit, Jumiran pun tidak kebingungan. Sebab, dengan menjadi peserta BPJS Kesehatan, ia tinggal mengunjungi dokter keluarga yang tak jauh dari tempat tinggalnya. "Alhamdulillah, saya bersama istri dan dua anak saya sampai saat ini diberi kesehatan yang baik. Bagi saya kesehatan paling utama," katanya.
Kepesertaan menjadi peserta BPJS Kesehatan, katanya, didaftarkan oleh perusahaan tempat dia bekerja. Tak hanya dirinya, istri dan kedua anaknya juga terdaftar sebagai peserta jaminan kesehatan nasional (JKN) itu. "Semua dalam satu kartu keluarga sudah didaftarkan," ujarnya.
Selama menggunakan layanan BPJS Kesehatan, dia mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. Dokter keluarga yang menjadi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) selalu memberikan pelayanan yang terbaik. "Tidak pernah mengecewakan. Tinggal bawa kartunya, diperiksa, dikasih obat terus pulang," katanya.
Dia berharap warga lain yang belum menjadi peserta JKN BPJS Kesehatan untuk segera mendaftar menjadi peserta. Alasannya, dengan menjadi peserta BPJS Kesehatan, maka dia dan keluarganya tidak lagi memikirkan masalah biaya pengobatan. Sebah seluruhnya ditanggung oleh BPJS Kesehatan. "Jangan sampai karena kepepet, butuh, baru menjadi peserta BPJS Kesehatan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Laju Peduli telah mengirim lebih dari 900 ton gandum ke Palestina selama delapan tahun. Bantuan dihimpun dari sedekah masyarakat.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 27 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.