Keluarga di Gunungkidul Temukan Status Medsos Korban Tewas Terbakar di Tangerang Soal Api

Ilustrasi. - Freepik
23 Oktober 2020 18:37 WIB Newswire Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Salah satu korban tewas dalam peritiwa kebakaran di Tangerang, Banten pada Jumat (23/10/2020) sempat mengunggah status di media sosial sebelum kejadian nahas itu.

Keluarga besar Rani Suwito (83) yang berada di Padukuhan Gunungbang, Kalurahan Bejiharjo, Gunungkidul sangat terkejut mendengar kabar adanya sekeluarga yang tewas terbakar di Tangerang.

Salah satu dari lima orang yang tewas yakni Riyanti (47) merupakan anak keempat dari Rani Suwito.

BACA JUGA:Lima Korban Kebakaran di Tangerang Dikebumikan di Gunungkidul

Riyanti meninggal bersama suaminya Saidun Sinaga (47) dan ketiga anaknya, Risa anggraini sinaga (25), Aghnia anggraini (22) dan Alfin Akbar Sinaga (18). Mereka tewas dalam peristiwa kebakaran di kompleks Permata Sentosa, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten Jumat (23/10/2020) dinihari.

Kakak dari Riyanti saat ditemui di rumah duka, Rukino (50) mengatakan, keluarga besar di Gunungkidul pertama kali mengetahui peristiwa tersebut pukul 07.00 WIB. Saat itu, perwakilan dari keluarga mendiang Saidun yang tinggal di Kasongan Bantul datang ke Gunungkidul untuk mengabarkan peristiwa tersebut.

"Mendengar kabar itu, keluarga di sini meminta agar mereka dikuburkan di Gunungkidul. Karena bapaknya masih ada,"papar Rukino, Jum'at (23/10/2020).

Rukino mengatakan tak ada firasat apapun dari keluarga mendiang adiknya tersebut. Terakhir kali, adiknya Riyanti menghubungi keluarga di Gunungkidul kemarin, Kamis (22/10/2020) siang. Saat itu, mereka mengabarkan dalam keadaan sehat tanpa apapun dan belum bisa pulang.

Riyanti sendiri sudah pergi ke Jakarta sejak 18 tahun yang lalu dan mendapat suami orang Bantul keturunan Batak. Mereka memutuskan menetap di Tangerang karena mendapat pekerjaan di kota tersebut. Saidun diterima bekerja di sebuah perusahaan di Kota Tanggerang dan memutuskan membeli rumah di perantauan.

Keluarga ini hampir setiap tahun selalu pulang ke Bejiharjo, terutama ketika lebaran. Namun sudah beberapa kali lebaran ini tidak pulang, karena mungkin kondisi ekonomi keluarga ini sedang tidak bagus. Kendati demikian, keluarga ini selalu berhubungan via handphone.

"Kita kaget. Kemarin baru saja telepon, kok tadi pagi dapat kabar mereka kena bencana. Tetapi itu sudah kehendak Allah SWT yang tidak bisa kita tolak, keluarga menerima saja ini sebagai musibah,"katanya.

Kakak sepupu dari Riyanti, Hartoyo mengatakan keluarga besarnya sangat terpukul dengan peristiwa tersebut. Terlebih keluarga Riyanti selama ini dikenal sebagai keluarga yang ramah dan selalu bisa membaur dengan masyarakat ketika sedang mudik di kampung halaman.

Almarhum Saidun meskipun dikenal sebagai pendiam namun dia juga sangat ramah. Terlebih anak pertama mereka Risa Anggraini Sinaga dikenal sebagai pribadi yang periang. Gadis ini bisa bergaul dengan baik kepada siapa saja, meskipun baru dikenalnya.

"Dia itu selalu bisa membuat orang lain tertawa,"kenangnya.

Tak ada firasat yang mereka terima sebelum kejadian. Namun, Fifi (20) sepupu dari korban yang tinggal di Bejiharjo menemukan unggahan aneh dari mendiang Alfin dalam statusnya di akun instagram @akbarsinagaalfin. Dalam akun tersebu, Alfin menulis status yang berbunyi :

"Tali persaudaraan itu penting....yang penting jangan sampe putus...seperti tali yang dibakar api," tulis Alfin yang diikuti dengan emot senyum dan juga nyala api.

Dimakamkan dalam satu liang lahat

Lima korban kebakaran di kompleks Permata Sentosa, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten tersebut rencananya akan dimakamkan di TPU Kalurahan Bejiharjo, Kapanewonan Karangmojo Gunungkidul. Rencananya kelima jenazah akan dimakamkan dalam satu liang lahat.

Lurah Bejihario, Yanto mengatakan bahwa saat ini kelima jenazah masih dalam perjalanan dari wilayah Jakarta menuiu Bejiharjo. Pihaknya mendapat informasi bahwa jenazah akan sampai pada Jumat malam nanti. Rencananya kelima Jenazah akan dimakamkan di TPU Gunungbang Kalurahan setempat.

“Sekarang masih dalam perialanan, rencananya kelimanya akan dimakamkan di sini dalam satu lahan, ”kata Yanto di kompleks pemakaman.

Adanya rencana pemakaman tersebut, masyarakat setempat telah membuat liang lahat. Korban kebakaran yakni orang tua (dua orang) dan tiga anak, mereka akan dimakamkan di dalam satu liang lahat.

Sumber : Suara.com