Mayoritas Sekolah Gunungkidul Sudah Gelar Pertemuan Tatap Muka Terbatas

Ilustrasi - Freepik
26 Oktober 2020 16:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul mencatat sudah 80% SMP di kabupaten tersebut menyelenggarakan pembelajaran tatap muka terbatas. Kegiatan belajar mengajar ini merupakan masa transisi dan diselenggarakan minimal satu kali pertemuan setiap pekan.

Kepala Bidang SMP Disdikpora Gunungkidul Kisworo mengatakan dari 130 SMP, sekitar 80% sekolah telah menggelar pertemuan di sekolah. Namun, kegiatan belajar yang diselenggarakan masih bersifat terbatas karena pertemuan diselenggarakan minimal satu kali untuk kelas VII dan VIII. Adapun kelas IX menggelar pertemuan tatap muka dua kali setiap pekan karena sebagai persiapan untuk kelulusan. “Sudah ada jadwalnya dan setiap pertemuan hanya berlansung dua jam. Selebihnya, dilakukan pembelajaran jarak jauh,” kata Kisworo, Senin (26/10/2020).

BACA JUGA: BPPTKG: Erupsi Merapi Semakin Dekat, Ikuti Alur Erupsi 2006

Menurut dia, pertemuan bersifat terbatas ini tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Selain itu, pertemuan juga sudah melalui sosialisasi oleh komite sekolah ke wali murid untuk memastikan orang tua tidak keberaatan dengan program tersebut. “Kalau keberatan, siswa boleh tidak masuk,” katanya.

Kisworo mengatakan pembelajaran tatap muka terbatas menjadi persiapan untuk menggelar kegiatan belajar mengajar secara penuh. Namun, ia belum bisa memastikan kapan pembelajaran secara normal kembali digelar karena sangat bergantung dengan kondisi penyebaran wabah Corona. “Dalam edaran yang diberikan, pembelajaran daring tidak ada batas waktunya. Jadi pertemuan terbatas sebagai transisi menuju pembelajaran normal,” kata dia.

Meski demikian, penerapan pertemuan terbatas bisa diubah sewaktu-waktu. Sebagai contoh, di SMP Negeri 3 Paliyan sempat menggelar pertemuan terbatas, tetapi karena adan kasus positif Corona di sekitar sekolah, kebijakan yang telah dijalankan dihentikan. “Pertemuan terbatas ini sangat fleksibel,” katanya.

BACA JUGA: 5 Mahasiswa UPN Jogja Kembangkan Aplikasi Ojol Cegah Kekerasan Seksual

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Karangmojo Suhartati mengatakan hingga sekarang sekolahnya belum menggelar pertemuan tatap muka secara terbatas. Menurut dia, ada berapa faktor yang membuat pertemuan tersebut belum bisa diselenggarakan, salah satunya mengacu padi zonasi pemetaan Covid-19.

Sekolahnya sudah mempersiapkan kalender untuk pertemuan terbatas. Hal ini berdasarka hasil angket ke wali murid. Sekitar 83% orang tua tidak mempermasalahan adanya pertemuan tersebut. Namun, kebijakan tersebut belum bisa dilaksanakan karena adanya kasus positif Corona baru yang tidak jauh dari sekolah. “Kami sekarang terus koordinasi dengan satgas Covid-19 di tingkat kecamatan. Kalau ada lampu hijau, kami bisa menggelar pembelajaran dengan model petemuan tatap muka terbatas,” katanya.