Kisah Heroik dari Langit Jogja Pesawat Milik Indonesia Mengudara Pertama Kali

Pesawat Cureng saat berada di Pangkalan Udara Maguwo. - tni/au.
27 Oktober 2020 13:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pada hari ini tepat tanggal 27 Oktober 1945 atau 75 tahun silam menjadi hari bersejarah bagi penerbangan di Indonesia. Di tanggal itulah untuk pertamakalinya pesawat  Cureng dengan identitas Merah Putih mengudara di langit Jogja yang diterbangkan oleh penerbang putra Indonesia, Agustinus Adisutjito. Pada hari itu kemudian ditetapkan sebagai Hari Penerbangan.

Langit Jogja menjadi saksi sejarah kemampuan penerbang di masa lalu. Dengan segala keterbatasannya, Adisutjipto mampu menerbangkan pesawat Cureng dari Lapangan Udara Maguwo atau sekarang dikenal dengan Bandara Adisutjipto Jogja.

BACA JUGA : Getarkan Langit Jogja, Ini Misi 6 Pesawat Tempur TNI AU

Pada medio 1945 di Pangkalan Udara Maguwo setidaknya ada sekitar 50 unit pesawat Cureng peninggalan Jepang. Ketika itu Maguwo merupakan satu-satunya lapangan terbang di Indonesia yang ada pesawat Cureng. Namun tidak diketahui secara pasti kondisi pesawat tersebut sudah rusak atau masih bisa dipakai.

Melihat kondisi itu Suryadi Suryadarma mendatangkan teknisi dari Pangkalan Udara Andir, Bandung untuk datang ke Jogja memperbaiki pesawat Cureng. Mengingat saat itu di Jogja, dalam hal ini Maguwo tidak ada teknisi yang bisa memperbaiki pesawat. Dua teknisi yang didatangkan bernama Basir Surya dan Tjarmadi.

Berdasarkan laman tni-au.mil.id dituliskan bahwa, dari hasil pemeriksaan dua teknisi tersebut secara umum 50 pesawat dalam keadaan rusak. Hanya tiga unit yang dalam keadaan lengkap dengan kondisi rusak ringan. Hanya dalam waktu satu hari yakni tanggal 26 Oktober 1945 satu pesawat Cureng dapat diperbaiki dan dinyatakan siap test flight. Teknisi memberikan penanda pada pesawat yang siap terbang berupa lingkaran berwarna merah putih sebagai simbol bendera RI. Tanda itu sekaligus menyatakan bahwa pesawat tersebut sudah menjadi milik Republik Indonesia.

BACA JUGA : Pesawat TNI AU Jatuh Menimpa Rumah Warga di Riau

Uji coba penerbangan kemudian dilakukan tanggal 27 Oktober 1945 pukul 10.00. Saat itu dipilih Adisutjipto untuk menerbangkan pesawat tersebut karena memiliki wing penerbang yaitu Groot Militaire Brevet. Wing penerbang yang dimiliki Adisutjipto saat itu tercatat sebagai lisensi menerbangkan pesawat Eropa, bukan pesawat Jepang. Dengan didampingi Rudjito, Adisutjipto sukses menerbangkan Cureng bergambar bendera Merah putih selama 30 menit di langit Jogja.

Setelah sukses dengan penerbangan pertama itu, para teknisi terus bekerja memperbaiki pesawat yang ada di Maguwo. Pada awal Januari 1946, teknisi berhasil memperbaiki 25 pesawat lagi dan siap terbang. Pesawat cureng tersebut kemudian menjadi kekuatan Pangkalan Udara Maguwo yang sekaligus menjadi kekuatan Sekolah Penerbangan yang dipimpin oleh Agustinus Adisutjipto. Sekolah Penerbangan itu dibuka pada tanggal 15 November 1945. Karena itu pesawat cureng umumnya hanya diterbangkan oleh para kadet Sekbang. Para kadet angkatan pertama sekolah penerbang ini tercatat 31.

BACA JUGA : Ini Tanggapan TNI AU Soal Tuduhan 3 Flanker Adang 

Kisah heroik Adisutjipto yang membelah langit Jogja menerbangkan pesawat pertama kalinya ini menjadi tonggak sejarah penerbangan nasional. Di mana pada 27 Oktober diperingati sebagai hari penerbangan.

“JAS MERAH, jangan sekali-kali Meninggalkan Sejarah, 27 Oktober, Hari Penerbangan Nasional,” tulis akun facebook TNI Angkatan Udara, Selasa 927/10/2020).