Tiadakan Garebeg Mulud untuk Umum, Kraton Jogja Bagikan 3.000 Uba Rampe

Sejumlah abdi dalem membawa uba rampe Garebeg Mulud, di Kompleks Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Kamis (29/10/2020). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
29 Oktober 2020 13:37 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Lantaran masih dalam situasi pandemi Covid-19, Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat kembali meniadakan salah satu hajat dalemnya, Garebeg Mulud. Sebagai gantinya, sebanyak 3.000 uba rampe dibagikan kepada abdi dalem.

Penghageng Kawedanan HagengPunakawan Kridho Mardowo KPH Notonegoro mengatakan format Garebeg Mulud kali ini disesuaikan dengan pandemi Covid-19. “Kami sejak awal sudah menyatakan gerebeg ini tidak dibuka umum, karena efeknya terlalu besar,” ujarnya di kompleks Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Kamis (29/10/2020).

BACA JUGA: Ini Link & Cara Mencairkan Bantuan dan Kredit UMKM Rp31 Juta dari Facebook

Biasanya, Garebeg Mulud dilaksanakan dengan membagikan uba rampe dalam bentuk gunungan yang diperebutkan oleh masyarakat umum. Hal ini menurutnya bertentangan dengan protokol kesehatan, sehingga prosesinya disesuaikan tanpa mengurangi esensi.

Pada Garebeg Mulud ini, uba rampe berupa rengginang dan pepucah kepada abdi dalem. Uba rampe dikirim ke Pura Pakualaman dan Kepatihan tanpa arak-arakan. Sementara untuk Konco Pengulon atau Masjid Gede Kauman, mereka yang datang sendiri mengambil uba rampe.

Konsep serupa juga telah dilakukan dalam dua garebeg sebelumnya, yakni Garebeg Sawal dan Garebeg Besar, karena semua berlangsung pada situasi pandemi Covid-19. “Esensi gerebeg adalah sedekah raja, tetap ada tetapi  terbatas,” kata dia.