Diduga Tidak Netral di Pilkada, Guru di Bantul Dilaporkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara

Ilustrasi. - Freepik
30 Oktober 2020 13:07 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bantul mengirimkan surat kepada Bawaslu RI yang ditembuskan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) menyusul ditemukannya satu aparatur sipil negara (ASN) di Bantul yang diduga tidak netral jelang Pilkada 2020.

“Hari ini surat kami kirimkan ke KASN. Kami sudah simpulkan setelah melakukan klarifikasi dan investigasi terhadap ASN yang tidak netral,” kata Ketua Bawaslu Bantul Harlina, Jumat (30/10/2020).

Harlina menyebut ASN yang didga tidak netral itu adalah salah satu guru di Kecamatan Pleret, Bantul. Bawaslu menemukan yang bersangkutan mengunggah status di media sosial tentang dukungannya terhadap salah satu pasangan calon (paslon) di Pilkada Bantul.

BACA JUGA: Pengakuan Warga Kauman Jogja Atas Protes Pemasangan Ucapan Natal: Kasihan Raja Kraton

“Sementara untuk yang di Pajangan  (guru SD yang purna tugas), kami sudah mendapatkan penjelasan jika yang bersangkutan sudah purna tugas dari Kepala Disdikpora Bantul,” kata Harlina.

Bawaslu Bantul masih terus menelusuri kemungkinan ASN yang diduga tidak netral. “Kami minta partisipasi dari semua pihak untuk melaporkan hal ini ke kami.”

BACA JUGA: Dulu Sempat Viral, Kebun Bunga Amarilis di Gunungkidul Kembali Mekar

Sebelumnya, Kepala Disdikpora Bantul Isdarmoko menyayangkan ASN yang diduga tidak netral. Disdikpora sejatinya telah jauh-jauh hari mengirimkan surat imbauan, baik dari Pemkab Bantul maupun Bawaslu yang meminta agar ASN netral.

“ASN di Pajangan, sudah purnatugas, sejak September lalu. Dia adalah salah satu guru SD di Pajangan. Sejauh ini kami sudah mengimbau dan tidak ingin hal ini kembali terjadi. Kami akan kirimkan surat imbauan lagi ke masing-masing kepala sekolah di lingkungan kami agar ASN bersikap netral,” kata Isdarmoko.