Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Sejumlah wisatawan berfoto di Kebun Bunga Amarilis, Kalurahan Salam, Kapanewon Patuk, Jumat (30/10/2020)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kebun bunga amarilis di Gunungkidul yang beberapa tahun lalu sempat viral kembali menarik perhatian masyarakat di tengah libur panjang Maulid Nabi Muhammad. Sejak sepekan lalu, taman bunga yang berlokasi di pinggir jalan Jogja-Wonosari, Kalurahan Salam, Kapanewon Patuk, itu kembali bermekaran sehingga memantik minat wisatawan untuk berkunjung ke sana.
“Sudah sekitar semingguan lalu bunga amarilis di sini bermekaran, sehingga tak sedikit pengguna jalan yang kebetulan melintas menyempatkan diri berkunjung ke sini. Apalagi kan sekarang sedang momen libur panjang, jadi banyak yang berwisata ke sini,” kata pemilik taman bunga amarilis, Sukadi saat ditemui di taman bunga tersebut, Jumat (30/10/2020).
BACA JUGA: Diprotes Warga Kauman Jogja karena Pasang Ucapan Selamat Natal, Ini Penjelasan Museum Sonobudoyo
Taman bunga yang dikelola secara swadaya oleh Sukadi bersama istrinya ini sempat viral pada 2015 silam. Ketika itu, bunga di lahan pekarangan seluas seribu meter yang sudah bermekaran mendatangkan banyak wisatawan.
Namun ada sejumlah wisatawan yang justru menginjak bunga berwarna oranye itu demi berswafoto. Foto-foto kerusakan bunga itu lantas menyebar di media sosial dan mengundang amarah warganet. Di satu sisi, pamor taman bunga ini justru kian melambung karena insiden tersebut sehingga meneguhkan keinginan Sukadi untuk terus mengembangkan taman bunga amarilis.
Pada tahun ini Sukadi menanam 550.000 bibit bunga amarilis. Bibit yang ditanam sejak pertengahan 2020 itu telah mekar jelang akhir Oktober kemarin. Bunga ini dapat bertahan hingga tiga pekan setelah mekar sehingga momen ini dimanfaatkan Sukadi untuk kembali membukan taman bunga tesebut. “Kalau dihitung-hitung kurang lebih ada sekitar 2.000 an pengunjung sejak seminggu terakhir ini,” ucap Sukadi.
BACA JUGA: Bukan Mahasiswa! Narasi TV Bongkar Pelaku Pembakaran Halte saat Demo UU Ciptaker
Tingginya jumlah kunjungan wisata di taman bunga ini bukan tanpa alasan. Sebab bunga amarilis hanya muncul setahun sekali terutama pada musim hujan.
Bagi wisatawan yang ingin menikmati indahnya bunga amarilis, Sukadi mematok tarif sebesar Rp10.000 untuk satu orang. Wisatawan diwajibkan mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 meliputi pemakaian masker, mencuci tangan dengan air mengalir di tempat yang sudah disediakan, menjaga jarak, dan tidak diperkenankan berkerumun.
Salah satu pengunjung, Irfan, datang untuk mengenalkan jenis tanaman ini kepada anaknya. Menurutnya, taman bunga ini selain bagus untuk berfoto juga bisa menjadi media edukasi. “Rencananya tadi mau ke pantai tapi pas lewat sini kok lihat ada kebun bunga yang bagus, ya sudah mampir saja sekalian belajar tentang tanaman juga,” kata wisatawan asal Sleman tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Jadwal KRL Solo-Jogja terbaru dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan dari Palur hingga Yogyakarta untuk perjalanan lebih praktis.
Panglima TNI Agus Subiyanto meminta alumni SMA Taruna Nusantara menjadi generasi adaptif, berkarakter, dan berintegritas menuju Indonesia Emas 2045.
Pakar UMY mengungkap blackout Sumatra bukan sekadar gangguan transmisi, tetapi menunjukkan lemahnya ketahanan sistem kelistrikan dan proteksi jaringan.
SpaceX meluncurkan 29 satelit Starlink baru sehingga total satelit aktif melampaui 10.400 unit untuk memperluas layanan internet global.
Ombudsman RI mendorong sistem terpadu antarkementerian untuk pengawasan TKA dan pencegahan TPPO agar pengawasan lebih efektif.