3 Cabup Sleman Beradu Debat, Begini Gagasan Mereka

Ilustrasi. - Freepik
30 Oktober 2020 19:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman menggelar debat terbuka tahap pertama bagi Calon Bupati (Cabup), Jumat (30/10/2020) malam. Seluruh kandidat bupati pun beradu gagasan mengenai tema yang diangkat "Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik".

Calon Bupati nomor urut 1, Danang Wicaksana Sulistya (DWS) sudah menyiapkan diri untuk mengikuti debat terbuka putaran pertama. Sesuai tema, DWS menyampaikan ide-ide besar terkait tata kelola pemerintahan yang baik (Good governance) yang menurutnya memiliki tiga aspek dasar yaitu tanggung jawab, transparansi dan partisipasi masyarakat. Ketiga hal tersebut, kata DWS harus ada di setiap penyelenggara Negara dengan memperhatikan nilai moral dalam melayani masyarakat. "Kami akan menyampaikan visi besarnya disesuaikan dengan tema yang ada," kata DWS kepada Harianjogja.com, Jumat (30/10/2020).

BACA JUGA: Arab Saudi Izinkan Jemaah Umrah Luar Negeri Masuk 1 November 2020

Untuk membawa Sleman jadi wilayah dengan daya saing tinggi, DWS sudah menyusun Lima Cita Kerja yang terdiri dari Kemandirian Ekonomi Yang Berkeadilan; Pembangunan Wilayah Berkualitas, Merata dan Berkarakter Budaya serta Berwawasan Lingkungan; Sumberdaya Manusia Unggul, Berakhlak, Dan Berbudaya; Tata Kelola Pemerintahan Dan Pelayanan Masyarakat Bersih Dan Profesional serta Memperkuat Peran Lembaga Pendidikan Tinggi Untuk Mengembangkan Masyarakat Cerdas Dan Berkarakter. "Dengan Lima Cita Kerja tersebut diharapkan Sleman semakin Mandiri dan Bermartabat (Mantab), Salam Nyawiji Nyembadani," ujar DWS.

Berdasarkan visi misi yang diusung, DWS menilai pelayanan yang berkualitas menjadi tolok ukur pada efektitas kinerja tata kelola pemerintahan yang baik. Untuk mencapai hal tersebut di perlukan langkah-langkah untuk mencapai tujuan tersebut. Misalnya dengan menerapkan strategi reformasi birokrasi dan penyederhanaan tata kelola pelayanan yang sistematis dan terarah pada semua tingkatan. Upaya lainnya dengan meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan masyarakat sampai pada tingkatan terbawah.

"Kami juga akan meningkatkan standar pelayanan di semua sektor (perizinan, pendidikan, kesehatan sosial kemasyarakatan dan sebagainya). Meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelayanan pada masyarakat dengan inovasi teknologi," kata DWS yang juga alumni FT UII ini.

Tidak kalah pentingnya, lanjut dia, penerapaan transparansi informasi publik yang responsif terhadap keluhan masyarakat untuk meningkatkan peran serta publik terhadap jalannya pemerintahan. "Kami juga akan mengembangkan layanan khusus bagi komunitas masyarakat tertentu (manula, kaum difable dan berkebutuhan khusus)," ujar DWS.

Jika ia mendapat amanah sebagai Bupati Sleman nanti, maka program utama yang dilakukan adalah reformasi birokrasi dan tata kelola pelayanan, menyiapkan dana pembangunan fisik dan non-fisik perpadukuhan dari APBD, memberikan layanan administrasi istimewa pada manula dan kaum difable, dan melakukan penyederhanaan pelayan izin UMKM. "Kami juga akan melakukan peningkatan kapasitas kapanewon dan atau kantor kalurahan sebagai pusat kegiatan adminitratif masyarakat. Tentu ini akan dibarengi dengan peningkatan kualitas aparatur sipil," katanya.

Adapun Calon Bupati Sleman nomor urut 2, Sri Muslimatun menyiapkan strategi menghadapi debat publik pertama. Alumni magister kesehatan masyarakat UGM itu siap menyajikan deretan prestasi selama menjabat sebagai Wakil Bupati sejak tahun 2015 lalu.

Melalui sejumlah capaian di bidang Kesejahteraan Masyarakat yang menjadi tanggung jawabnya selama menjabat wakil Bupati, Muslimatun akan memaparkan fakta di mana angka kemiskinan di Sleman semakin turun. Pada tahun 2016, tingkat kemiskinan di Kabupaten Sleman berada di angka 10,60%. Lalu turun menjadi 9,48% di tahun 2017, dan turun 8,77% di tahun 2018, kemudian turun menjadi 8,08% di tahun 2019.

"Kalau yang lain bicara proyeksi, saya akan sajikan prestasi. Ini bukan pamer ya, tetapi yang dibutuhkan untuk membangun Sleman ke depan adalah pemimpin yang berpengalaman dan kemampuan. Apalagi masa jabatan Pilkada 2020 selama tiga tahun, bukan lima tahun," ujar Muslimatun.

Sebagai mantan anggota DPRD dan Wakil Bupati, ia mengaku menguasai program kerja dan visi misi Sleman. Ia lebih mengetahui masalah dan solusi apa yang dibutuhkan warga Sleman. Menurutnya, meskipun dalam pelaksanaan pembangunan melibatkan dukungan dari banyak pihak namun program kerja kepala daerah sangat menentukan.

"Saya menyusun program kerja yang konkrit dan implementatif. Semua berbasis data sesuai kondisi di lapangan. Buat apa program kerja muluk-muluk dengan janji yang tidak realistis?," katanya.

Muslimatun akan membeberkan detail program unggulannya seperti Mbangun Dusun Nganti Wangun. Menurutnya, program ini diprioritakan untuk membangun potensi ekonomi lokal. Dia meyakini program tersebut akan membawa pemerataan ekonomi karena fokus program kerjanya untuk mengangkat ekonomi lokal seperti merevitalisasi pasar, pembangunan jalan, dan rintisan badan usaha milik dusun.

"Program unggulan ini akan meneruskan capaian selama jadi wakil bupati. Ini penting untuk memetakan masalah sekaligus menuntaskan dengan cepat dan cermat. Saya optimis, angka kemiskinan cepat turun dibawah 8 persen," katanya.

Sementara Cabup Kustini Sri Purnomo (KSP) membawa gebrakan reformasi birokrasi dan pelayanan publik yang akan dilakukannya dalam memimpin Kabupaten Sleman tiga tahun mendatang. Langkah ini tak lain untuk meningkatkan kualitas birokrasi dan pelayanan publik yang sudah berjalan baik di pemerintahan Sri Purnomo selama lebih dari 10 tahun terakhir. Reformasi birokrasi dengan peningkatan kualitas pelayanan publik, kata Kustini, merupakan dua hal yang saling berkaitan.

Dengan mereformasi birokrasi yang lebih modern, katanya, secara otomatis berdampak kepada peningkatan kualitas pelayanan publik yang tanggap, cepat, sigap dan bebas pungli. Sementara peningkatan kualitas pelayanan publik yang salah satunya bebas pungli, juga akan berdampak para aparatur birokrasi yang bersih. "Caranya dengan mengoptimalkan teknologi informasi. Ketika sistem layanan birokrasi kita sudah bisa diakses secara online dengan Sleman Smart Regency, pelayanan publik yang didapatkan tentu akan meningkat karena sesuai prinsipnya cepat, sigap dan yang paling penting bebas pungli. Aparatur birokrasi kita juga akan bersih, karena semua sudah komputer yang melakukan," jelas Kustini.
Dengan modernisasi birokrasi, menurut Kustini masyarakat juga harus difasilitasi untuk dapat secara mudah mengakses layanan tersebut. Melalui programnya internet gratis di 1.212 padukuhan, masyarakat yang menjadi subjek akan bisa menikmati layanan itu untuk mengakses secara online. "Ini adalah sistem yang kami bangun dari pusat pemerintahan di Sleman dengan masyarakat di wilayahnya masing-masing agar bisa saling terintegras. Masyarakat dapat dengan mudah mengakses layanan di rumahnya masing-masing sehingga lebih efisien dan cepat," terang Kustini.
Kemudahan akses layanan publik dengan adanya internet gratis di setiap padukuhan, lanjut Kustini, salah satu kelebihan yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Internet gratis juga termasuk layanan publik yang bisa mempermudah pelajar di Sleman yang masa pandemi Covid-19 ini harus melakukan pembelajaran secara daring. Selain itu bisa dimanfaatkan seluruh industri kreatif dan UMKM di Sleman untuk bertransaksi di dunia maya lataran adanya aturan protokol kesehatan yang masih diberlakukan.
"Karena disini subjek utamanya adalah masyarakat, dan pemerintah memberikan layanan yang seharusnya bisa mempermudah hal-hal seperti ini. Namun ini baru satu dari satu dari sekian banyak solusi yang ditawarkan Kustini-Danang untuk benar-benar melayani dan mensejahterakan masyarakat," tegas Kustini.
Ia tekad membangun Kabupaten Sleman menjadi "Rumah Bersama" bersama Danang Maharsa. Ia akan menjadikan Sleman menjadi kabupaten dengan masyarakat yang tangguh, cerdas, unggul, sejahtera dan berjiwa gotong-royong. Tekad besar tersebut tidak serta merta terwujud tanpa adanya semangat "Sesarengan Mbangun Sleman," dari semua lapisan masyarakat Sleman dengan kemajemukan mulai dari golongan, ras, agama dan suku.
"Kustini-Danang insyallah adalah pemimpin jujur yang menjalankan pemerintahan dengan amanah. Kreatif dalam mencari jalan keluar untuk dari berbagai persoalan agar tercipta terobosan-terobosan baru untuk kemajuan Sleman, serta solutif yang selalu mencari solusi atas semua persoalan yang ada," ujar Kustini.

Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi mengatakan pelaksanaan debat publik calon kepala daerah tahap pertama digelar Jumat (30/10/2020). Debat tahap selanjutnya di gelar pada Kamis (5/11/2020) dan Kamis (12/11/2020) mendatang. Jika debat sesi pertama untuk masing-masing Cabup, maka untuk sesi kedua masing-masing Cawabup dan sesi ketiga masing-masing pasangan calon.

"Kegiatan debat publik ini sebagai salah satu sarana untuk mengenalkan visi dan misi yang diusung para paslon kepada masyarakat. Kami berharap tahapan ini disiapkan secara maksimal oleh masing-masing paslon," katanya.

Di masa pandemi Covid-19 ini, katanya, pelaksanaan debat publik digelar di studio dan disiarkan secara langsung selama kurang lebih 2,5 jam. Pelaksanaannya pun menerapkan prokes secara ketat. "Debat publik dilaksanakan di studio TVRI mulai pukul 19.30 hingga 21.30 WIB dengan protokol