Kelahiran Anak Kedua Tetap Ditanggung BPJS Kesehatan

Johan (kanan) mengurus kartu kepesertaan anak keduanya di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Sleman, Senin (2/11/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
02 November 2020 22:47 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Johan Wahyudi mengaku lega dengan layanan BPJS Kesehatan. Sekitar Juli 2020, anak keduanya lahir dengan selamat. Meskipun ia harus melewati masa kelahiran yang mendebarkan, pada akhirnya ia bahagia.

Johan, salah satu warga di Rusunawa Jongke, Sinduadi, Mlati, Sleman, ini bercerita bagaimana proses kelahiran anak keduanya saat itu. "Waktu itu istri saya pecah ketuban. Saya buru-buru membawanya ke rumah sakit yang menangani persalinan," katanya saat ditemui di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Sleman, Senin (2/11/2020).

Meskipun gugup, Johan tetap berusaha tenang menghadapi situasi darurat tersebut. Ia kemudian membawa sang istri untuk melakukan proses persalinan. "Nah, karena kondisi darurat, saya langsung membawa istri ke rumah sakit. Di sana, istri saya langsung ditangani oleh tim dokter," kata Johan.

Setelah mendapatkan penanganan medis, akhirnya anak keduanya lahir. Dia bersyukur penanganan proses kelahiran berjalan lancar. Lebih bersyukur lagi karena dia tak sepeserpun mengeluarkan biaya persalinan itu. Sebab, Johan bersama istri dan anaknya sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

"Proses persalinan normal, bukan operasi. Layanan yang diberikan bagi saya sudah memuaskan. Kalau kata petugas rumah sakit, biaya proses persalinan sekitar Rp4 juta tetapi karena saya peserta BPJS Kesehatan, maka saya tidak membayar apapun waktu itu," katanya.

Selama ini, kata Johan, ia mengaku tidak pernah mendapatkan pelayanan yang diskriminatif sebagai peserta BPJS Kesehatan. Dia mengaku sangat terbantu dengan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan. "Saya juga sering menggunakan layanan BPJS Kesehatan. Saya dan anak pertama daftar secara mandiri dan istri saya dengan BPJS KIS," kata Johan.