Wisata Gunungkidul Jadi Tulang Punggung di DIY

Kawasan wisata Gunung Api Purba Nglanggeran Gunungkidul jadi tempat deklarasi pencalonan Immawan Wahyudi-Martanty Soenar Dewi di Pilkada Gunungkidul, Sabtu (29/8 - 2020). Harian Jogja/David Kurniawan
02 November 2020 23:37 WIB Sunartono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Isu tentang pengembangan sektor wisata termasuk bahasan yang banyak digunakan sebagai objek program para Calon Bupati dan Wakil Bupati di DIY yang berlaga di Pilkada 2020. Kabupaten Gunungkidul yang memiliki banyak potensi wisata alam membuat paslon tak kehabisan ide bahasan.

Calon Wakil Bupati Gunungkidul Martanty Soenar Dewi mengatakan pengembangan sektor wisaya yang selama ini 10 tahun terakhir dilakukan oleh kepemimpinan saat ini dinilai sudah baik. Di mana dari awalnya banyak wisata yang tidak dikenal kemudian menjadi ramai dikunjungi.

BACA JUGA : Terus Menggeliat, 50 Destinasi Wisata di Gunungkidul Telah

“Saat ini Gunungkidul bisa disebut jadi tulangpunggung DIY untuk sektor wisata, orang datang ke Jogja pasti sekarang ke Gunungkidul. Potensinya wisata alamnya sangat besar,” katanya dalam keterangan persnya.

Sebagaimana diketahui bersama jumlah kunjungan wisatawan di Gunungkidul selama 2019 sebanyak 3.267.497 orang yang memberikan sumbangsih terhadap pendapatan asli daerah (PAD) senilai Rp25,08 miliar. Jumlah kunjungan itu meningkat dibandingkan 2018 yang berada di angka 3.040.095 orang dengan nilai total Rp24,24 miliar.

Martanty menambahkan saat ini memang ada sejumlah keterbatasan yang belum bisa dilakukan untuk pengembangan wisata berkelanjutan. Ia mencontohkan terkait dengan penginapan yang belum banyak tersedia di Gunungkidul. Padahal wisata di Gunungkidul banyak yang menarik wisatawan untuk datang.

BACA JUGA : Gunungkidul Ramai: Baru Uji Coba, Sudah Lebih dari

“Sekarang wisatawan yang datang ke Gunungkidul menginapnya di Jogja semua, oleh-olehnya juga di Jogja, sehingga tidak dapat banyak, mungkin hanya dengan Rp10.000 dari tiket retribusi. Ke depan tentu akan diupayakan agar perputaran transaksi itu dilakukan di Gunungkidul sehingga dampak ekonominya lebih besar,” ujarnya.