Hadapi Dampak Bencana La Nina, Polres Kulonprogo Kerahkan Ribuan Personil

Bupati Kulonprogo, Sutedjo meninjau sarana prasarana penanganan bencana di sela-sela apel siaga penanganan bencana di Mapolres Kulonprogo, Rabu (4/11/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
04 November 2020 13:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Kepolisian Resor Kulonprogo menyiapkan ribuan personel untuk menghadapi dampak bencana yang berpotensi terjadi pada musim hujan kali ini.

Polres menyiapkan 1.200 an personil. Dari jumlah itu sepertiganya sudah disiagakan di sejumlah titik rawan bencana. Para personel itu berasal dari anggota Polres dan Polsek di 12 kapanewon di Kulonprogo.

"Namun apabila nanti kondisi memang darurat, seluruh personil yang ada akan kami kerahkan," kata Wakapolres Kulonprogo, Kompol Sudarmawan saat ditemui awak media usai apel siaga penanganan bencana di Mapolres Kulonprogo, Rabu (4/11/2020).

Baca juga: Bantul Peroleh Bantuan Ventilator Dari BPPT

Dari segi sarana prasarana, polres telah menyiapkan berbagai peralatan SAR termasuk penyediaan perahu untuk evakuasi korban apabila terjadi bencana banjir. Namun karena keterbatasan alat, upaya penanganan bencana ini tetap bekerjasama dengan pihak lain, di antaranya TNI dan Pemkab Kulonprogo.

"Kita berkoordinasi dengan TNI dan Pemkab Kulonprogo, seperti misalnya penyediaan dapur mobil, ada yang dari BPBD, Brimob dan Tagana melalui Bantuan Kementrian Sosial," ujar Sudarmawan.

Bupati Kulonprogo, Sutedjo mengatakan seluruh elemen penanganan bencana di Kulonprogo di antaranya Polri, TNI, pemkab dan relawan sudah disiapkan. Apel siaga untuk menghadapi potensi dampak bencana juga sudah beberapa kali dilaksanakan termasuk hari ini.

Baca juga: Arsul Sani: Sandiaga Uno Sulit untuk Langsung Jadi Ketum PPP

"Beberapa waktu lalu khusus Tagana juga sudah mengadakan apel siaga, di mana komando sudah kita berikan kepada mereka untuk siap setiap saat," kata Sutedjo.

Sutedjo mengatakan, BMKG sudah menginformasikan bahwa musim hujan kali ini bersamaan dengan siklus La Nina, sehingga curah hujan diperkirakan bakal lebih tinggi, dan berpotensi menimbulkan bencana. Oleh karena itu kesiapan pemerintah dan unsur terkait sangat diperlukan agar bisa meminimalisir dampak bencana yang lebih besar.

Potensi bencana alam di Kulonprogo sendiri kata Sutedjo tergolong cukup lengkap. Terlebih pada musim hujan yang berbarengan dengan siklus La Nina seperti saat ini. Bencana seperti banjir, tanah longsor dan angin kencang biasa ditemui di hampir semua wilayah di Bumi Menoreh.

"Belum lagi potensi gempa bumi dan erupsi gunung Merapi, maka dari itu kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bencana itu perlu benar-benar diperhatikan," ujarnya.