Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Perwakilan dari BPPT sedang menjelaskan fungsi ventilator hasil inovasi BPNT di Pendopo Gandung Pardiman Center (GPC), Imogiri, Bantul, Selasa (3/11/2020)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Kesehatan Bantul mendapat bantuan alat penanganan Covid-19 dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Alat tersebut berupa ventilator atau alat bantuan pernapasan, Rapid Test, dan alat pelindung diri bagi tenaga medis dalam bentuk baju hazmat.
Koordinator Evaluasi dan Pelaporan Kinerja BPPT, Irsan Zainudin mengatakan bantuan alat penanganan Covid-19 yang diberikan merupakan hasil rekayasa atau inovasi BNPT yang yang sudah lolos ujicoba dan sudah diproduksi massal oleh salah satu perusahaan untuk didistribusikan kepada masyarakat atau lembaga kesehatan.
Proses inovasi ventilator itu cukup cepat hanya membutuhkan waktu tiga bulan karena kondisi Covid-19 yang masih terjadi di negara ini. “Ini inovasi dan sifatnya tepat guna, bisa diselesaikan dalam waktu tiga bulan. Produk bangsa kita dipaksa cepat dan sudah bisa digunakan,” kata Irsan, saat memberikan alat penanganan Covid-19 secara simbolis kepada Dinas Kesehatan di Pendopo Gandung Pardiman Center (GPC), Imogiri, Bantul, Selasa (3/11/2020).
Baca juga: Sultan Berharap Sekolah Iklim Bisa Kurangi Risiko Dampak Cuaca Ekstrem
Selain ke Bantul bantuan serupa juga dilakukan ke beberapa daerah lainnya yang membutuhkan. Tidak hanya dari sisi kesehatan, BPPT bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gandung Pardiman juga memberikan 35 paket media tanam hidroponik dan lima unit bioflok. Menurut Irsan, bantuan tersebut masih sepaket dengan penanganan Covid-19 dari sisi penguatan ekonomi.
Tidak hanya alatnya, namun BPPT juga membantu pupuk dan bibitnya berikut pelatihannya agar dikembangkan oleh masyarakat di Bantul, “Bantuan ini tujuannya bagaimana meningkatkan taraf hidup masyarakat di masa pandemi Covid-19 ini,” ucap Irsan. Anggota Komisi VII DPR RI, HM Gandung Pardiman berharap bantuan dari mitra kerjanya di DPR tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pemerintah maupun masyarakat.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Bantul, Sapta Adisuka Mulyatno mengatakan bantuan ventilator dari BPPT tersebut akan ditempatkan di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 Bambanglipuro. Sebab di rumah sakit rujukan Covid-19 tersebut sampai saat ini belum ada ventilator.
“Dalam penanganan Covid-19 ini inginnya masyarakat bisa melewati pandemi ini agar jangan sampai ventilator dipakai, artinya tidak perlu ada pasien yang menggunakan ventilator,” kata Sapta.
Baca juga: Meski Bawa Kenikmatan, Hubungan Seks saat Menstruasi Bisa Berbahaya
Sejauh ini diakui Sapta sebagian besar pasien Covid-19 di Bantul adalah orang tanpa gejala (OTG) yang bisa sembuh dalam beberapa waktu isolasi di rumah sakit tanpa ventilator. Tingkat kesembuhan pasien Covid-19, kata dia, cukup bagus dan angka kematian juga cukup kecil.
Terkecuali pasien yang memiliki penyakit bawaan dan cukup parah biasanya akan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati Bantul yang sudah tersedia ventilator lengkap. Disinggung soal APD lainnya, Sapta mengaku masih cukup untuk beberapa waktu ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Jumat 15 Mei 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
KKP mempercepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih untuk memperkuat hilirisasi perikanan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Komdigi meminta seluruh platform digital menyelesaikan self assessment PP Tunas sebelum 6 Juni 2026 untuk perlindungan anak di ruang digital.
Pemkot Yogyakarta kembangkan Program Bule Mengajar di kampung wisata untuk memperkuat pariwisata berbasis masyarakat dan UMKM lokal.