Hadir Tiap Pekan, Pasar Gratis Bertekad Ringankan Beban Masyarakat DIY akibat Pandemi Covid-19

Pasar Gratis digelar di Jalan Colombo pada Minggu, (1/11/2020). - Harian Jogja/Hery Setiawan
05 November 2020 07:37 WIB Hery Setiawan (ST18) Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Sekelompok anak muda menggelar Pasar Gratis di Jalan Colombo, Kelurahan Caturtunggal, Depok, Sleman, Minggu (1/1/2020). Mereka menyediakan barang-barang seperti pakaian, buku hingga jasa potong rambut secara cuma-cuma. Kegiatan tersebut murni berangkat dari kolektivitas warga di tengah pandemi, bukan aksi yang ditunggangi bendera partai politik.

Salah seorang penggerak yang lebih suka disapa Alam, mengatakan Pasar Gratis pertama kali hadir di Jalan Mataram pada 18 September 2020 lalu. Pasar Gratis hadir untuk mengurangi budaya konsumerisme. Selain itu Pasar Gratis punya misi untuk meringankan beban masyarakat yang kesusahan akibat pandemi Covid - 19.

BACA JUGA: Covid-19 Pukul Telak Pondok Pesantren

Pasar Gratis, kata Alam, bermula dari keresahan. Sebagai seorang mahasiswa, ia merasa tak banyak yang bisa dilakukan di tengah pandemi. Maka kemudian, Pasar Gratis muncul sebagai ide agar mereka dapat meluangkan waktu lewat kegiatan positif.

Ketika melapak untuk kali pertama, Pasar Gratis baru menyediakan pakaian layak pakai, buku beserta makanan. Namun perlahan, mulai banyak donatur yang tertarik menitipkan barang hingga jasa di Pasar Gratis.

“Pertama kami fokuskan sandangan karena temen-temen yang berkomitmen belum banyak. Jadi, hasil dari donasi temen-temen sendiri awalnya. Setelah kita unggah informasi di media sosial, mulai banyak yang tertarik berdonasi. Perkembangannya, sekarang kita udah bisa buka jasa dan menyediakan buku juga,” ujar Alam.

BACA JUGA: Ingin Sepanggung dengan Almarhum Ki Seno Nugroho, Impian Didik Nini Thowok Belum Terwujud

Alam mengatakan dalam gelaran lapak mereka di Jalan Gejayan, Solidaritas Pangan Jogja (SPJ) turut memberikan donasi berupa makan gratis. Donatur lain, bahkan juga ada yang mendonasikan sembako, peralatan rumah tangga serta aksesoris. Hal tersebut pun langsung mengundang antusias warga setempat.

Siapa pun boleh datang dan mengambil barang yang disediakan oleh Pasar Gratis. Tak ada batas, tak ada pula aturan ketat. Alam membuka kesempatan bagi siapa saja untuk turut merasakan manfaat Pasar Gratis. Ia yakin masyarakat sadar akan kebutuhannya. Sementara barang yang Pasar Gratis sediakan, sejauh ini juga cukup-cukup saja. Tak ada yang merasa tidak mendapat bagian.

Pasar Gratis menerima apapun bentuk donasi, kecuali uang tunai. Namun demikan, bukannya kawan-kawan Pasar Gratis menolak. Alangkah lebih baik, ucap Alam uang itu dapat dikonversikan terlebih dahulu jadi barang. Menurut Alam, sensitif rasanya jika sebuah gerakan kolektif menerima donasi berupa uang. “Takutnya dibuat gimana-gimana gitu,” katanya.

BACA JUGA: Atas Permintaan Almarhum, Sebuah Gending Jawa Dimainkan Saat Mengantar Jenazah Ki Seno Nugroho

Alam menambahkan Pasar Gratis hanyalah saja. Tim yang berkontribusi di dalamnya juga bertindak layaknya relawan. Pasar Gratis ada berkat para donatur yang selama ini menyisihkan harta, benda, bahkan tenaganya. Alam juga menjamin kegiatan mereka steril dari pengaruh partai politik. “Pasar Gratis di Jogja ini dari semua kalangan. Tidak terikat dengan organisasi mereka masing-masing,” ujar dia.

Harian Jogja juga berbincang dengan Muhammad Wijayanto, 19, kala berkunjung ke Pasar Gratis. Ia merupakan salah seorang donatur yang menyediakan jasa cukur rambut gratis. Selain mengaplikasikan keterampilan, alasan yang membawanya bergabung bersama Pasar Gratis adalah beramal.

“Pertama sih amal ya. Kemudian yang kedua buat jam terbang saya. Dua bulan lalu kan saya kursus cukur rambut. Biar keterampilannya gak hilang. Berawal dari media sosial, saya pun langsung tertarik gabung ke Pasar Gratis,” katanya.

BACA JUGA: Kuburan Ambles di TPU Minomartani Pernah Terjadi 5 Tahun Silam hingga Tiga Jenazah Masuk Kolam

Ia mengaku banyak warga yang datang ke Pasar Gratis untuk mencukur rambut. Kendati tak membebankan biaya sepeserpun, tapi ia menjamin layanan yang diberikan tetap prima.

Sementara itu, Sutino, 51, warga Samirono, Kelurahan Caturtunggal, Kecamatan Depok, Sleman datang ke Pasar Gratis bersama anak dan istrinya. Ia mengaku terbantu dengan keberadaan Pasar Gratis yang pada Minggu, (1/11) digelar di Jalan Colombo. Pasalnya, tak sedikit warga yang mengalami kesulitan selama pandemi Covid - 19 merebak.

“Menurut saya [Pasar Gratis] sangat membantu masyarakat. Masyarakat juga berterima kasih kepada Mas dan Mbaknya di sini. Istilahnya masyarakat Samirono ikut senang dengan adanya Pasar Gratis,” ujar Sutino usai menjajal jasa cukur rambut gratis.

Pasar Gratis hadir setiap pekan. Untuk jadwalnya sendiri tak tentu. Tapi biasanya Pasar Gratis melapak pada akhir pekan. Untuk lokasinya sendiri, juga tak tentu. Satu yang pasti mereka akan berpindah-pindah guna memperluas jangkauan. Hingga saat ini, Pasar Gratis juga membuka luas pintu donasi.