Kevikepan Jogja Keberatan Klaim 18 Paroki Dukung Kontestan

Ilustrasi. - Freepik
06 November 2020 07:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Kevikepan Yogyakarta Keuskupan Agung Semarang angkat bicara terkait pemberitaan 18 paroki di Sleman dikaitkan dengan pasangan calon (paslon) tertentu pada Pilkada Sleman. Kevikepan menilai jika berita tersebut sama sekali tidak mewakili sikap gereja Katolik.

Vikep DIY Romo Adrianus Maradiyo Pr melalui rilis yang diterima Harian Jogja, mengatakan sikap gereja Katolik dalam hal politik tegas. Gereja tidak pernah menyatakan mendukung salah satu paslon kontestan Pilkada saja namun gereja menerima siapa saja yang datang dan bersilaturrahmi dalam usaha bersama mewujudkan peradaban kasih dan tercapainya kesejahteraan umum.

"Keputusan politik untuk memilih berada di masing-masing pribadi yang mempunyai tanggungjawab moral dan politik sebagai warga negara. Kelompok-kelompok orang Katolik tidak pernah bisa mewakili sikap Gereja dalam menentukan sikap dan pilihan politik tertentu," katanya, Kamis (5/11/2020).

Baca juga: NU Makin Solid, 18 Paroki di Sleman Beri Dukungan untuk DWS-ACH

Diberitakan sebelumnya, Koordinator Jaringan Katolik (Jarkatol) Sleman, Kari Tri Adji mengatakan umat Katolik siap mendukung dan bergerak untuk membantu NU. "Pada Pilkada Sleman tahun ini, NU punya gawean. Karena saudara tua kami sedang punya hajat, maka kami akan membantu NU. Selama ini kami juga sering dibantu oleh NU," katanya.

Menurut Kari, dukungan 74.200 jemaat dari 18 paroki di Sleman untuk membantu NU bukan tanpa pemikiran matang. Dukungan tersebut diberikan bukan hanya masalah balas jasa umat Katolik kepada NU, tetapi lebih dari pada itu. Paslon nomor satu, katanya bukan paslon abal-abal.

"Secara sejarah, afiliasi politik umat katholik memang ke PDIP, tapi saat bicara NU faktanya mereka yang sering membantu kami. Kami, seluruh paroki di Sleman kompak untuk mendukung paslon nomor satu, DWS-ACH,"katanya.