Tertib Arsip Persempit Celah Penyimpangan Anggaran
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Dalang remaja Raka Wresniwira Purnama Aji, 14, saat mementaskan wayang kulit dalam rangka Hari Wayang Nasional, Kegiatan Pengembangan dan Implementasi Nilai-nilai Luhur Dalam Masyarakat di Balai Desa Patalan, Bantul, Sabtu (7/11/2020).- Harian Jogja/Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kebudayaan Bantul mementaskan 10 orang dalang cilik dan remaja secara serempak pada Sabtu (7/11/2020) siang. Pementasan dalang anak kecil tersebut merupakan bagian dari memperingati Hari Wayang Nasional yang jatuh setiap 7 November.
“Dengan adanya Hari Wayang Nasional bersama semua komponen termasuk Persatuan Pedalangan Indonesia [Pepadi] Bantul ingin melestarikan wayang. Saat in sudah ditetapkan sebagai warisan dunia dan kekayaan Indonesia sehingga menjadi kewajiban untuk tetap melestarikan, mengembangkan wayang sebagai warisan dunia,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Bantul, Nugroho Eko Setyanto, di sela-sela pentas 10 dalang cilik di Gedung Serbaguna Balai Desa Patalan, Bantul, Sabtu.
Nugroho mengatakan sebenarnya rencana awal pementasan dalang cilik akan diikuti 200 orang, namun karena pandemi pihaknya harus membatasi menjadi 10 orang agar memenuhi protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 yang masih terjadi di Bantul.
Meski demikian, ia menilai 10 dalang cilik yang dipentaskan cukup meriah dan banyak ditonton. Dia mengatakan pentas dalang cilik yang digelarnya merupakan bagian dari wujud apresiasi sekaligus regenerasi bagi anak-anak yang mau konsen dalam seni pedalangan agar wayang kulit tetap lestari.
Dalam pentas dalang cilik, yang ditampilkan tiap tiga orang dalam panggung, namun dilakukan secara bergantian. Masing-masing dalang cilik tersebut membawa cerita yang berbeda sesuai yang dibawakan.
Misalnya, Ajimas Adiseka. Pelajar SD berusia 10 tahun tersebut membawakan cerita soal Krisna, Gatotkaca, Brojomusti dan Brajadenta. Gatotkaca yang sedang bertapa diminta Krisna untuk melawan pamannya sendiri Brojomusti dan Brajadenta, namun pada akhirnya pamannya Gatotkaca itu menjadi kekuatan bagi Gatotkaca.
Hal sama juga disampaikan oleh dalang Gati Pamungkas Sudarmaji, 13. Pelajar SMPN 1 Pandak ini membawakan cerita soal kejujuran melalui tokoh pewayangan yang dibawakannya. Gati sudah ikut empat kali festival dalang anak dan remaja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Oxford Economics merilis Global Cities Index 2026 yang memeringkat 1.000 kota. New York, London, dan Paris berada di tiga posisi teratas.
Harga cabai rawit di Sleman mencapai Rp70.000 per kilogram. Disperindag memastikan stok di pasar masih aman meski pasokan berkurang.
DPD PDI Perjuangan DIY menyampaikan dukacita atas wafatnya Guruh Soekarnoputra dan mengajak kader serta simpatisan mendoakan almarhum.
Nokia sudah lama meninggalkan bisnis smartphone, tetapi tetap mendapat pendapatan dari lisensi paten dan merek. Ini strategi bisnis Nokia setelah era Microsoft.
Indonesia meneken perjanjian bebas visa dengan Lebanon, Saint Vincent dan Grenadines, serta Republik Dominika. Fasilitas ini berlaku bagi paspor diplomatik dan