Harga Beras Dipantau di 458 Titik, Mafia Beras Jadi Sasaran
Pemerintah memantau 458 titik di 240 kabupaten dan kota untuk menjaga harga dan mutu beras serta memberantas mafia beras.
Penampakan Gunung Merapi dari Argomulyo, Cangkringan, Sleman, Jumat (6/11/2020). /Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN- Peningkatan aktivitas Gunung Merapi ditindaklanjuti Bupati Sleman, Sri Purnomo dengan menetapkan masa tanggap darurat bencana erupsi Gunung Merapi mulai 5 hingga 30 November 2020.
Penetapan itu berdasar Surat Badan Geologi Nomor 523/45/BGV KG/2020 tanggal 5 November 2020 tentang Peningkatan Status Aktivitas Gunung Merapi dari Waspada ke Siaga.
"Dalam upaya untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat Bupati Sleman telah menerbitkan SK Tanggap Darurat Bencana Gunung Merapi Nomor 76/Kep KDh/A/2020 yang menyatakan masa tanggap darurat sejak 5 November sampai dengan 30 November 2020," kata Kepala Bagian Humas dan Protokoler Setda Kabupaten Sleman Shavitri Nurmaladewi di Sleman, Sabtu (11/7/2020).
Baca juga: Merapi Siaga, Warga Kemalang Siap Mengungsi
Menurut dia, dengan status aktivitas Gunung Merapi naik menjadi level Ill ( Siaga ) dilakukan pengungsian terbatas bagi kelompok rentan ke barak pengungsian sesuai rekomendasi bahaya yaitu 5 kilometer dan puncak Merapi.
"Yang dimaksud warga kelompok rentan ini meliputi lansia, balita, ibu hamil, anak-anak, difabel dan warga yang sedang sakit," katanya.
Ia mengatakan untuk pengungsian di luar rekomendasi dapat dilakukan dan difasiltasi kebutuhan dasamya.
"Ini juga berkaitan dengan masih adanya warga lereng Merapi yang masih trauma dengan peristiwa erupsi besar pada 2010, sehingga ada ketakutan saat mengetahui Merapi akan erupsi lagi," katanya.
Baca juga: Waspada, Gelombang Tinggi Diperkirakan Terjadi di Pantai Selatan DIY
Kemudian Pemkab Sleman juga menyiagakan ambulans "Sleman Emergency Service" (SES) dengan operasional siaga 24 jam penuh.
"Ada sebanyak 36 unit ambulans SES siap dimobilisasi bila dibutuhkan saat darurat," katanya.
Shavitri mengatakan Bupati Sleman juga meminta semua kepala perangkat daerah yang terkait dengan penanggulangan bencana erupsi Gunung Merapi menyiagakan personel dan peralatan untuk respons cepat.
"Kemudian Kapenewon (Kecamatan) untuk mengaktivasi posko lapangan dan memobilisasi relawan di wilayah masing-masing," katanya.
Ia mengatakan Bupati Sleman juga menegaskan bahwa dalam upaya penanggulangan bencana erupsi Gunung Merapi ini tetap wajib menerapksn protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19.
Ia mengatakan untuk data penduduk meliputi Dusun Kalitengah Lor, Kalurahan Glagaharjo ada 536 jwa prioritas, pengungsian adalah kelompok rentan sejumlah 181 jiwa.
Data penduduk Dusun Kaliadem Lama, Kalurahan Kepuharjo sudah kosong, hanya tinggal 15 rumah nonpermanen untuk pemeliharaan ternak, dan data penduduk Dusun Pelemsari Lama, Kalurahan Umbulharjo sudah kosong tinggal dua rumah nonpermanen.
"Pengungsian Dusun Kalitengah Lor sudah disediakan Barak Desa Glagaharjo dan Barak Gayam di Kalurahan Argomulyo," katanya.
Sementara untuk jalur evakuasi untuk warga Kalitengah Lor melewati jalur Klangon -Pasar Butuh.
"Jalur evakuasi di lingkup Kalitengah Lor ini telah diperbaiki pada Jumat 6 November 2020, hanya berupa tambal sulam/pemeliharaan jalan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah memantau 458 titik di 240 kabupaten dan kota untuk menjaga harga dan mutu beras serta memberantas mafia beras.
FAO memperingatkan blokade Selat Hormuz dapat menurunkan produksi dan pasokan pangan global pada semester II 2026 dan 2027.
Pemerintah menetapkan jadwal libur nasional dan cuti bersama 2027. Simak daftar tanggalnya untuk merencanakan liburan dan cuti.
Sebanyak 151 kasus kekerasan perempuan dan anak tercatat di Bantul hingga Juli 2026. Kekerasan verbal menjadi salah satu kasus dominan.
Ekonom UAJY Y. Sri Susilo menilai Suahasil Nazara punya PR berat, terutama pengelolaan fiskal daerah setelah menggantikan Purbaya.
Kasus leptospirosis di Jogja mencapai 23 kasus hingga Agustus 2026. Dinkes mengingatkan warga waspada menjelang musim hujan.