Golkar DIY Gelar Doa Bersama untuk Ki Seno Nugroho

Ketua DPD Golkar DIY memberikan sambutan di acara doa bersama tujuh hari wafatnya Ki Seno Nugroho, Minggu (8/11/2020) malam. - Ist/Golkar.
09 November 2020 06:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Partai Golkar DIY menggelar doa bersama untuk almarhum Dalang Ki Seno Nugroho di Kantor DPD Golkar DIY Jalan Jenderal Soedirman, pada Minggu (8/11/2020) malam. Sedianya partai berlambang beringin ini akan menggelar pagelaran wayang climen dengan dengan dalang almarhum Seno Nugroho di malam tersebut, namun Tuhan berkehendak lain, Ki Seno Nugroho meninggal dunia pada Selasa (3/11/2020) malam.

Ketua DPD Golkar DIY Gandung Pardiman mengaku masih merasa kehilangan dengan sosok Ki Seno Nugroho, apalagi pada 23 Oktober 2020 lalu masih menghadirkan almarhum dalam wayangan Climen dengan lakon Pandawa kumpul. Sedianya wayangan tersebut akan digelar kembali pada seri kedua, Minggu (8/11/2020) malam. Namun akhirnya kegiatan pun diganti dengan tahlil bersama.

BACA JUGA : Ingin Sepanggung dengan Almarhum Ki Seno Nugroho

“Yang sedianya kami akan climen kedua tetapi rencana Tuhan memanggil Ki Dalang Seno Nugroho. Jadi kegiatan berlangsung diganti dengan doa bersama, mendoakan Ki Dalang semoga diampuni segala dosanya,” ungkapnya.

Ia mengatakan Seno Nugroho termasuk dalang membanggakan di DIY dan menjadi ikon anak muda bisa menyukai wayang di era saat ini. Dahulu dalang di DIY seringkali kalah populer dengan dalang lain dari Solo dan Semarang karena memang harus teguh dalam pakem. Namun Seno Nugroho mampu populer sekaligus tetap mempertahankan pakem.

“Sosok Seno itu membanggakan DIY, karena dulu dalang DIY mesti kalah pamor, kalah laku dengan dalang Solo, Pak Mantep, Anom Suroto, Ki Enthus, Joko Edan. Karena dalang di Jogja teguh dalam pakem, sehingga yang menonton itu-itu saja. Dulu sebelum Pak Seno Nugroho naik daun seperti ini, orang Jogja kalau nanggap wayang, kalau tidak dari Solo atau Semarang, kurang puas,” katanya.

BACA JUGA : Golkar DIY Sudah Booking Ki Seno Nugroho 8 November 

Kondisi ini dirubah secara total oleh Seno yang mampu memegang pakem tetapi juga mengikuti kekinian, sehingga wayang menjadi sangat laku di kalangan generasi muda. Selain itu pesan yang dibawa dalam setiap wayangan juga mengena di hati anak muda milenial.

“Kami harapkan ada regenerasi, Pak Seno setelah tiada, hilang satu tumbuh seribu dalang seperti beliau. Sehingga dalang di Jogja tidak kalah pamor dengan daerah lain,” ujarnya.

Pengembangan Medsos

Di sela-sela kegiatan doa bersama tersebut dilakukan peluncuran untuk website Partai Golkar DIY sekaligus untuk memulai pengembangan medsos. Semua kegiatan DPD II Kabupaten dan Kota di DIY akan diminta untuk berkontribusi dalam memberikan informasi ke masyarakat. Selain itu akan dikembangkan pula media sosial sehingga bisa terjalin komunikasi hingga aduan secara langsung dari masyarakat.

BACA JUGA : Atas Permintaan Almarhum, Sebuah Gending Jawa

“Kami mengaktifkan medsos seperti Facebook, Instagram, Twitter dan TikTok, secara garis besar sebagai sumber informasi. Agar bisa menyentuh kalangan milenial saat ini. Ketika ada informasi masuk biar lebih cepat bisa kami tindaklanjuti,” kata Wakil Ketua Bidang Media dan Opini Golkar DIY Slamet Santoso.