Kunjungi Barak Pengungsian Merapi, Sultan: Protokol Kesehatan Harus Dilaksanakan

Sri Sultan HB X saat memberikan keterangan di barak pengungsian Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Selasa (10/11/2020). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
10 November 2020 14:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Gubernur DIY Sri Sultan HB X meninjau barak pengungsian erupsi Merapi di Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Selasa (10/11/2020). Sultan HB X meminta agar kebutuhan pengungsi di barak terpenuhi.

“Jadi, saya punya harapan yang menentukan makan bukan yang memasak di dapur, tapi warga masyarakat yang mau makan. Dengan begitu, lauknya apa yang menentukan warga sendiri sehingga, tidak ada makanan yang dibuang,” ujar Sultan.

BACA JUGA: Bawaslu Bantul Dalami Dugaan Penggunaan Mobil Dinas saat Debat Paslon

Berdasarkan pengalaman saat penanggulangan bencana erupi Merapi, mobilitas pengungsi menjadi kendala bagi relawan yang bertugas. Pasalnya, pengungsi terpaksa berpindah tempat ke barak pengungsian lainnya karena mendapatkan informasi makanan yang disajikan lebih baik.

“Mobilitas pengungsi ini merepotkan kami dan juru masak. Begitu temannya di pengungsi lain menelepon temannya di pengungsian lainnya, wah rumangsaku kok enak ning kana (makanannya) akhirnya sejumlah pengungsi pindah. Nah, dengan perpindahan itu terpaksa pagi siang sore tim selalu mendaftar untuk menyiapkan makanan pengungsi.”

Pengalaman seperti itu, menurut Sultan HB X, tidak perlu terjadi lagi. Warga bisa meminta juru masak yang ada di barak pengungsian untuk memasak sesuai dengan kehendak mereka.

Sultan HB X datang bersama rombongan sekitar pukul 09.00 WIB dan mengakhiri kunjungannya sekitar pukul 11.00 WIB.

BACA JUGA: Akhir Tahun, TWC Upayakan Penambahan Kuota Jumlah Wisatawan

Raja Jogja ini mengharapkan agar kesehatan pengungsi di barak pengungsian yang berada di Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman mampu dijaga dengan baik. Jangan sampai pengungsi yang masuk dalam kategori kelompok rentan dan terdiri dari lansia, balita, anak-anak, dan perempuan tersebut mengalami penurunan imunitas dan sakit.

Ia meminta forum komunikasi pimpinan daerah tingkat DIY maupun Sleman untuk melakukan inspeksi terhadap kesehatan pengungsi di tengah pandemi.

“Protokol pencegahan penularan Covid-19 harus senantiasa dilaksanakan sehingga tidak timbul masalah lain,” ujar Sultan.

“Saya minta diberikan tempat tempat khusus jika sewaktu-waktu terjadi kasus positif Covid-19. Jangan sampai jika ada penemuan kasus positif Covid-19 dipindah jauh.”