Tawarkan Penanganan Pendidikan untuk Raih Simpati Pemilih

Sutrisna Wibawa (kiri) dan Mahmud Ardi Widayanto. - Harian Jogja/David Kurniawan
11 November 2020 09:17 WIB Sunartono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kebutuhan mendasar seperti pendidikan menjadi salah satu program yang diangkat sebagian besar pasangan calon dalam Pilkada di tiga wilayah DIY. Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul nomor urut satu Sutrisna Wibawa dan Mahmud Ardi Widanto misalnya turut mengangkat tema ini dalam kampanyenya. Paslon ini berusaha meraih simpati pemilih dengan menawarkan program pendidikan.

Sutrisna Wibawa mengatakan salah satu program yang ia usung dalam Pilkada adalah menjadikan Gunungkidul sebagai kota satelit pendidikan. Ia mengklaim dengan adanya kampus perguruan tinggi di Gunungkidul maka akan berdampak pada peningkatan sumber daya manusia karena masyarakat akan lebih dekat untuk berkuliah.

BACA JUGA : Lepas Peserta Wisuda, Sutrisna Wibawa Beri Isyarat Bakal

“Cita-cita saya ada satelit pendidikan di Gunungkidul dan akan berdampak pada SDM Gunungkidul, kuliah dekat, lalu semangat akan tumbuh karena banyak orang lain masuk. Contoh di UNY [kampus Gunungkidul] sekarang dengan jumlah mahasiswa 520 anak, Gunungkidul ada 264 [mahasiswa] yang lain dari mana-mana, artinya apa? Gunungkidul akan dimasuki daerah lain, ini akan mendorong kemajuan karena adanya interaksi,” ungkapnya kepada wartawan usai acara Debat Pilkada di Gedung TVRI Jogja, Selasa (11/11/2020) malam.

Ia optimistis melalui program yang jelas termasuk sektor pendidikan yang diusungnya akan dapat meraih simpati pemilih terutama kalangan milenial. Sebagai mantan Rektor UNY, kata dia, pendidikan menjadi program utama jika nantinya terpilih sebagai orang nomor satu di Gunungkidul. Terutama membawa kampus selain UNY untuk bisa masuk ke Gunungkidul sehingga membawa semangat baru.

“Ini tantangan saya sebagai uculan [mantan] rektor otomatis pendidikan jadi program utama, mulai PAUD sampai perguruan tinggi sasaran tidak hanya SMA tetapi sampai perguruan tinggi, akan saya bawa perguruan tinggi selain UNY masuk Gunungkidul,” ucapnya.

BACA JUGA : Rektor UNY Sutrisna Wibawa Khawatirkan Keselamatan Anak

Namun selain pendidikan, pihaknya tetap memberikan pada kesehatan, pertanian, peternakan dan ekonomi terutama dengan membuat inkubator bisnis. Memberikan pendampingan hingga permodalan pada UMKM.

“Melalui inkubator bisnis untuk menanggulangi keterpurukan ekonomi, penyelesaian dengan enterpreneurship, diberikan pendampingan workshop diikuti dengan pembuatan produk, harus dimonitor sampai bisa mandiri,” katanya.