Komunitas Jip Wisata Siap Bantu Evakuasi Warga Merapi

Sejumlah lansia dari lereng Merapi duduk-duduk di lokasi pengungsian Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman pada hari Senin (9/11/2020). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
13 November 2020 16:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, PAKEM--Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM) Sisi Barat tidak menutup mata akan bahaya potensi erupsi Gunung Merapi yang saat ini statusnya naik menjadi siaga (level tiga). Anggota yang tergabung dalam AJWLM sudah dibekali upaya mitigasi bencana Gunung Merapi.

Ketua AJWLM Sisi Barat, Dardiri, mengatakan dalam upaya mitigasi bencana Gunung Merapi, pihaknya melibatkan 29 komunitas yang tergabung dalam payung AJWLM. Dari 29 komunitas tersebut, ia meminta masing-masing komunitas mengirimkan perwakilan personelnya untuk melakukan kegiatan piket rutin.

BACA JUGA : HARIAN JOGJA HARI INI: Kondisi Merapi Lampaui Erupsi 2006

"Upaya tersebut adalah dalam rangka membantu warga yang berada dalam titik radius bahaya Gunung Merapi. Ini sebagai wujud antisipasi dari AJWLM. Semua anggota AJWLM harus ikut andil sebagai relawan karena kami sadar pasti suatu saat akan ada bencana Gunung Merapi," ujar Dardiri saat dikonfirmasi pada Jumat (13/11/2020).

Keterlibatan personel AJWLM bukan tanpa alasan. Pasalnya, Dardiri menilai jika wawasan personel AJWLM terkait dengan daerah rawan Gunung Merapi di sisi selatan dikantonginya dengan baik. Terlebih, mereka juga paham mengenai peta dan kawasan di wilayah Pakem dan Cangkringan.

"Ditambah pengembang dan pengemudi itu kan didominasi warga asli Cangkringan dan Pakem. Sehingga, mereka paham betul akan jalur aman evakuasi. Mereka kita libatkan untuk ikut ambil bagian. Mereka bisa bergerak cepat di daerah yang rawan dan butuh evakuasi cepat," jelasnya.

BACA JUGA : BPPTKG Beberkan Perkiraan Panjang Luncuran Awan Panas

Pasca dinaikkannya status Gunung Merapi menjadi siaga (level tiga), rute wisata jip Merapi juga berubah. Sejumlah zona jalur jip wisata Merapi tidak dilewati seperti bungker Kaliadem hingga petilasan makam Mbah Maridjan. Dari 1.000 armada yang tergabung dalam AJWLM, Dardiri mengatakan jika jumlah armada yang beroperasi berkurang hingga 50 persen.

"Dikarenakan, jarak lima kilometer itu kan harus clear. Akhirnya, kami juga melakukan perubahan rute jalur jip wisata Merapi. Sejak pandemi Covid-19 juga armada yang beroperasi berkurang sekitar 50 persen. Saat ini, yang sudah beroperasi itu berkisar 500 armada," katanya.