BPPTKG Beberkan Perkiraan Panjang Luncuran Awan Panas Jika Merapi Erupsi

Penampakan Gunung Merapi dari Argomulyo, Cangkringan, Sleman, Jumat (6/11/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
11 November 2020 21:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—BPPTKG membuat skenario perkiraan panjang luncuran awan panas jika Merapi erupsi. Setidaknya ada Sembilan sungai yang berhulu di Merapi yang diperkirakan menjadi jalan luncuran awan panas dengan rute terjauh di Gendol yang mencapai sembilan kilometer.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida menyatakan potensi erupsi Gunung Merapi pada tahun ini diperkirakan mirip seperti erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada 2006 silam. Oleh karena itu, pihaknya sudah membuat skenario ancaman bahaya erupsi Gunung Merapi.

BACA JUGA : HARIAN JOGJA HARI INI: Bahaya Merapi ke Arah Kali Gendol

"Pada 2006 ada ekstrusi magma dengan kecepatan tertentu, kami membuat scenario kalau ekstrusi magma meningkat hingga mencapai 100.000 meter per hari. Ditambah kubah lava hingga memenuhi 10 juta meter kubik. Material yang akan dilontarkan perkiraan sebesar 50 persen," katanya Rabu (11/11/2020).

Berdasarkan skenario tersebut, sehingga BPPTKG menyatakan perkiraan bahaya awan panas yang terjadi adalah ke Sungai Gendol yakni sampai dengan sembilan kilometer. Kemudian, ke Sungai Opak sejauh enam kilometer, Sungai Boyong sejauh enam setengah kilometer, Sungai Trising sejauh tujuh kilometer, Sungai Senowo delapan kilometer, Sungai Putih lima kilometer, Sungai Kasak tujuh kilometer, Sungai Kuning tujuh kilometer, Sungai Woro sejauh enam kilometer.

"Untuk ancaman bahayanya akan bisa dilihat jika sudah ada pertumbuhan kubah lava berdasarkan kecepatan dan volume maksimal. Semua ini [sungai] ada di Kawasan Rawan Bencana [KRB] tiga. ," imbuhnya.

BACA JUGA : BPPTKG Pastikan Belum Ada Muntahan Lava di Merapi 

Berdasarkan catatan BPPTKG, saat ini guguran dari Gunung Merapi masih didominasi ke arah Kali Senowo, Gendol, dan Lamat dengan jarak maksimal sejauh tiga kilometer.

"Pelaku wisata dihentikan di KRB tiga termasuk pendakian. Sehingga, apa yang dilakukan saat status siaga adalah penambangan yang berhulu di Merapi dan masuk dalam wilayah KRB tiga dihentikan," katanya.