Tempat Cuci Tangan Bukan Sekadar Pajangan

Ingat pesan ibu, cuci tangan dengan sabun. - Antara
15 November 2020 15:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gunungkidul, Johan Eko Sudarto mengingatkan kepada pengunjung pasar untuk memanfaatkan tempat cuci tangan yang ada di pasar-pasar. Fasilitas ini dipasang sebagai upaya untuk menerapkan protokol kesehatan sehingga bisa memutus mata rantai penyebaran virus Corona penyebab Covid-19.

“Tempat ini [fasilitas cuci tangan] bukan pajangan, tetapi dipasang untuk menegakkan protokol kesehatan di lingkungan pasar. Jadi, harus dimanfaatkan demi kebaikan bersama,” katanya kepada Harianjogja.com, Minggu (15/11/2020).

Johan mengatakan jumlah fasilitas cuci tangan di setiap pasar berbeda. “Yang jelas terpasang di setiap pintu masuk dan keluar,” ungkapnya.

Menurut dia, kesadaran masyarkat di lingkungan pasar dalam penerapan protokol kesehatan sudah baik tetapi masih butuh ditingkatkan.

Johan menyebut penerapan adaptasi kebiasaan baru butuh proses. “Kami terus lakukan sosialisasi, baik kepada pedangan maupun pengunjung di pasar,” katanya.

Ia menjelaskan sosialisasi dilakukan dengan berbagai cara. Selain menggunakan spanduk tentang disiplin kesehatan, sosialisasi juga dilakukan dengan memanfaatkan pengeras suara di sejumlah pasar seperti Argosari, Playen, Trowono dan Legundi. “Lewat pengeras suara ini, kami ingatkan kepada masyarakat yang beraktivitas pasar untuk terus disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan,” katanya.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Bupati Gunungkidul, Badingah. Menurut dia, penularan Covid-19 masih harus diwaspadai.

Ia berharap masyarakat terus patuh dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan pencegah Covid-19. “Tetap jaga jarak, sering-sering cuci tangan menggunakan sabun. Apabila berada di luar rumah, wajib menggunakan masker untuk melindungi diri sendiri dan orang lain,” katanya.