Dishub Kulonprgo: DAMRI Tidak Hanya Melayani Wisatawan

Salah satu Armada DAMRI saat diparkir di kawasan Gua Kiskendo, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Kulonprogo, Minggu (15/11/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
15 November 2020 15:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES - Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (DAMRI) telah melayani lima rute di Kulonprogo. Namun sampai saat ini kehadiran layanan itu masih sepi peminat. Menurut Dinas Perhubungan (Dishub) setempat, kondisi tersebut terjadi lantaran masyarakat belum tahu bahwa layanan itu juga bisa dimanfaatkan sebagai transportasi umum non wisata.

Kepala Dishub Kulonprogo, Bowo Pristyanto, mengatakan selama ini masyarakat di mengira DAMRI yang beroperasi di Kulonprogo merupakan transportasi yang dikhususkan untuk wisata. Hal ini menyebabkan masyarakat berpikir dua kali untuk menggunakan fasilitas tersebut. Padahal kata dia fasilitas ini, tidak sebatas melayani wisatawan tapi juga masyarakat umum.

"Iya, DAMRI yang beroperasi di sini itu sebenarnya bisa dimanfaatkan sebagai transportasi umum, yang mana masyarakat bisa naik secara langsung dengan menghadang kendaraan itu di jalan sesuai dengan rute yang berlaku. Titik hentinya juga tidak harus di tempat wisata, bisa di lokasi lain sesuai tujuan penumpang tapi tetap di jalur yang ditentukan," kata Bowo, Minggu (15/11/2020).

Baca juga: 8 Orang di Mancingan Parangtritis Positif Covid-19

Bowo menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan timnya kehadiran DAMRI sejatinya cukup diminati masyarakat. Namun itu baru sebatas pengamatan belum sampai ke penghitungan riil jumlah penumpang. "Kami berharap dengan klarifikasi ini, yang mana DAMRI tidak hanya melayani rute wisata, peminat transportasi umum tersebut bisa kian meningkat," ucapnya.

Saat ini DAMRI menyediakan lima rute di Kulonprogo, meliputi rute pertama dari Sleman City Hall menuju Kompleks Pemda Sleman, Terminal Jombor dan berakhir di Yogyakarta International Airport (YIA).

Rute kedua melayani rute dari YIA menuju Tebing Gunung Gajah, Goa Kiskendo, Plono, Samigaluh, Jalan Nanggulan, Mendut, dan berakhir di Candi Borobudur via Bukit Menoreh.

Rute ketiga, berawal dari Yogyakarta International Aiport, Wates, Nanggulan, Dekso, dan berakhir di Candi Borobudur akan memakan waktu tempuh satu jam 30 menit. Rute keempat trayek Candi Borobudur, Terminal Muntilan, Terminal Jombor, dan berakhir di Grand Inna Malioboro.

Adapun untuk rute kelima yaitu YIA, Ambarketawang, Wirobrajan, Universitas Gajah Mada, Jalan Affandi Gejayan, dan berakhir di Hartono Mall.

42 Armada Diterjunkan

Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha DAMRI, Sandry Pasambuna mengatakan dalam operasional DAMRI di DIY, pihaknya menerjunkan sekitar 42 armada jenis Mercy Sprinter dan Toyota Hiace. Dua kendaraan itu kata dia pernah dipakai oleh sejumlah pejabat tinggi negara termasuk presiden RI, Joko Widodo ketika berkunjung ke DIY.

Baca juga: Dalam Sehari, Gunung Merapi Mengalami 59 Kali Gempa Guguran

"Ya kita menggunakan armada yang mewah, menggunakan sprinter, yang mana ini digunakan juga Presiden waktu di Yogyakarta. Dan sekarang digunakan masyarakat," ucapnya.

Sandry menyatakan ke depan pihaknya akan menambah lagi armada seiring dengan penambahan trayek pada 2021 mendatang. "Insallah ada penambahan lagi di 2021, seiring penambahan trayek, yang mana ini semua bisa digunakan untuk wisatawan dan masyarakat umum," ucapnya.