Anggaran Paskibraka Jateng Dipangkas, Kuota Tetap 45 Orang
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Logo Muhammadiyah./Wikipedia
Harianjogja.com, JOGJA– PP Muhammadiyah akan merayakan milad atau hari jadinya yang ke-108 pada Rabu, (18/11/2020) mendatang. Acara itu mengambil tema "Meneguhkan Gerakan Keagamaan Hadapi Pandemi dan Masalah Negeri". Kegiatan ini akan dihelat secara virtual di tiga daerah.
Wakil Ketua MPM PP Muhammadiyah, M Nurul Yamien menerangkan resepsi Milad Muhammadiyah yang ke-108 akan dihelat secara virtual di tiga daerah, di antaranya Kantor PP Muhammadiyah di Yogyakarta, Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jakarta Pusat dan Gedung Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta. Acara tersebut nantinya juga akan diisi pembacaan puisi oleh penyair Taufiq Ismail, penampilan paduan suara dari delapan perguruan tinggi Muhammadiyah serta penyampaian apresiasi kepada pahlawan yang telah berjuang melawan Covid – 19.
Dalam pelaksanaannya di tengah pandemi, Yamien memastikan pihaknya akan tetap menegakkan protokol kesehatan. Pandemi, kata dia, tak seharusnya menjadi penghalang untuk terus bergerak memenuhi misi Muhammadiyah.
"Pada masa pandemi kita tidak boleh kehilangan semangat dan kehilangan peluang untuk tetap menggerakkan Persyarikatan Muhammadiyah," katanya.
Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menerangkan alasan di balik pengambilan tema tersebut bertujuan untuk menegaskan peran agama yang terus menuai perkembangan. Baik perkembangan dari segi keberagaman sampai orientasi dari kehidupan beragama itu sendiri.
Muhammadiyah, lanjutnya juga tak ingin ketinggalan untuk berperan dalam mengatasi Pandemi Covid – 19. Ia mengajak serta masyarakat Indonesia untuk bergotong royong dan saling bantu agar dampak Pandemi Covid – 19 tidak kian meluas. Semangat itulah yang dapat mewakili peran manusia sebagai sebaik-baiknya manusia. “Manusia terbaik adalah yang memberi manfaat buat orang lain,” ujar Haedar dalam keterangan persnya, Senin (16/11/2020).
Ia menambahkan, kehidupan berbangsa dan bernegara makin kompleks. Ketika terjadi permasalahan, maka dibutuhkan rasa kebersamaan agar tidak terjadi akumulasi. Dengan berlandaskan nilai positif, masyarakat Indonesia sudah seharusnya menjadi solusi atas permasalahan bangsa yang masih menghinggap hingga kini.
“Apa yang kami lakukan itu dengan perjuangan yang berat. Namun, dengan kebersamaan, masalah beratpun biasanya bisa kita hadapi dengan ringan. Muhammadiyah memandang salah satu permasalahan itu soal persatuan. Politik yang semakin bebas yang tidak berpijak pada nilai agama dan persatuan justru akan membuat masalah kecil menjadi terasa berat,” ucap Haedar.
Menurut Haedar, perbedaan cara pandang maupun ideologi politik merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Sementara untuk keselamatan negara menjadi tanggungjawab semua pihak. “Sudah saatnya kepentingan masyarakat berada di atas kepentingan lainnya,” ujar Profesor bidang sosiologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
DPRD Kota Jogja meminta penyaluran bansos beras tak hanya terpaku DTSEN agar warga yang baru jatuh miskin tidak terlewat.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.