83 Santri Putri di Ponpes Bin Baz Piyungan Bantul Reaktif Saat Rapid Test Massal

Foto ilustrasi. - Harian Jogja/Desi Suryanto
16 November 2020 12:57 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Sebanyak 83 santri putri di pondok pesantren Islamic Centre Bin Baz, Piyungan reaktif saat dilakukan rapid test massal, Senin (16/11/2020).

Oleh Dinas Kesehatan Bantul, para santri yang reaktif tersebut langsung diuji swab dengan menggunakan mobil PCR yanng telah disediakan.

“Dari jumlah 83 santri putri yang reaktif ini bisa saja bertambah. Sebab ada 40 yang masih menunggu hasil. Sedangkan total peserta rapid test hari ini ada 700 santri putri,” kata Sekda Bantul Helmi Jamharis, Senin (16/11/2020).

Baca juga: Satgas Covid-19 Klaten Sempat Tak Percaya Adanya Penambahan 201 Kasus Positif

Selain santri putri, Helmi mengungkapkan, masih ada sebanyak 3.000 santri putra yang rencananya akan dirapid test untuk mencegah penularan Covid-19 di pondok pesantren tersebut. Mengenai kapan pelaksanaan rapid test untuk 3.000 santri putra, Helmi masih enggan berkomentar.

“Ini adalah upaya kami menelusur dan mencegah terjadinya klaster di pondok pesantren. Saat ini kami memang sedang fokus ke pondok pesantren lebih dulu,” terang Helmi.

Mengenai langkah untuk santri yang nantinya dinyatakan positif di Bin Baz, Pemkab kata Helmi telah berkoordinasi dengan pengelola pondok. Telah ada ruang khusus di lingkungan pondok untuk isolasi bagi santri yang positif Covid-19.

Baca juga: Kantor Disdukcapil Kulonprogo Ditutup Tiga Hari setelah Ada ASN Terjangkit Covid-19

“Akan disendirikan. Kali ini pengelolaan lebih terstruktur,” lanjutnya.

Menurut Helmi, meski berpotensi menjadi zona merah karena banyaknya santri yang reaktif dan masih ada santri belum dirapid test, sampai saat ini Pemkab Bantul belum memutuskan menambah zona merah di wilayahnya.

Sejauh ini, Pemkab Bantul masih menerapkan zona merah untuk Kecamatan Sewon dan Kecamatan Banguntapan.

“Untuk Piyungan sejauh ini masih belum. Kita lihat perkembangan yang ada,” ucap Helmi.