RSPS Bantul Soroti Masalah Rujukan BPJS, Ini Kendala Sering Dikeluhkan
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Petugas kebersihan membersihkan ruang tunggu di Yogyakarta International Airport, Kulonprogo, Rabu (02/05/2019). /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL--Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Bantul paling banyak menempati lapak UMKM di Yogyakarta Internasional Airport (YIA). Dari 250 lapak UMKM YIA, sebanyak 82 di antaranya berasal dari Bantul dan sisanya dari kabupaten dan kota di DIY dan Jawa Tengah.
“Kondisi ini tentunya membanggakan kami. Walaupun YIA posisinya di Kulonprogo tapi cukup menggelegarkan Bantul. Artinya masyarakat Bantul lebih kreatif dan inovatif," kata Pejabat sementara (Pjs) Bupati Bantul, Budi Wibowo, saat menerima audiensi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bantul di Parasamya, Kompleks Pemerintahan Kabupaten Bantul, Senin (16/11/2020).
BACA JUGA : Pemerintah Lakukan Kurasi Terhadap 79 UMKM Sebelum
Budi mengatakan semua UMKM dari Bantul yang lolos untuk menempati gerai UMKM YIA sudah melalui proses kurasi yang ketat, namun mampu mengalahkan UMKM dari daerah lainnya. Ia berharap UMKM Bantul terua mengembangkan inovasi dan kreasinya. Selain UMKM, pihaknya meminta Dinas Kebudayaan juga mempersiapkan untuk mengisi atraksi budaya di YIA.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Industri (KUKM) Bantul, Agus Sulistiyana mengatakan dari 82 UMKM yang menempati gerai YIA merupakan hasil kurasi bertahap yang cukup ketat sejak awal tahun ini. Pihanya sudah menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Angkasa Pura I terkait penempatan UMKM Bantul di gerasi UMKM YIA.
Saat ini Dinas KUKM sedang mempersiapkan semua UMKM yang sudah lolos kurasi tingkat DIY untuk mempersiapkan diri menempati gerai UMKM YIA. “Harapannya pada akhir tahun ini sudah menempati gerai pasar UMKM YIA atau paling tidak awal 2021 mendatang,” kata Agus.
BACA JUGA : Songsong YIA, UMKM Terus Didorong
Lebih lanjut Agus mengatakan dari 82 UMKM yang lolos kurasi, dua di antaranya akan menempati lapak premium atau kios khusus berbayar di terminal keberangkatan. Padahal lapak premium tersebut terbatas dan hanya lima kios. Sementara yang 80 UMKM di gerai UMKM terdiri dari produk makanan dan minuman, kerajinan, kulit, dan batik.
“Dari lima UMKM di gerai premium, dua dari Bantul, yakni kerajinan kulit dam batik," kata Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Program Jembatan Garuda telah mencapai 1.416 titik pembangunan dan menghubungkan 7.371 desa serta kelurahan di Indonesia.
BGN memprioritaskan pembangunan dapur MBG di daerah dengan angka stunting tinggi untuk mempercepat intervensi gizi penerima manfaat.
KPK memeriksa saksi OTT Bupati Pemalang dan mendalami dugaan suap proyek serta jual beli jabatan dengan barang bukti lebih dari Rp2 miliar.
PAD sektor wisata Gunungkidul mencapai Rp43,3 miliar hingga akhir Juli 2026 dan melampaui target di tengah evaluasi penarikan retribusi.
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) resmi meluncurkan Pusat Pengembangan Bahasa untuk Kompetensi, Komunikasi, dan Bisnis pada Rabu (29/7/2026).