82 UMKM Bantul Tempati Gerai di YIA

Petugas kebersihan membersihkan ruang tunggu di Yogyakarta International Airport, Kulonprogo, Rabu (02/05/2019). - Harian Jogja/Desi Suryanto
16 November 2020 18:47 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Bantul paling banyak menempati lapak UMKM di Yogyakarta Internasional Airport (YIA). Dari 250 lapak UMKM YIA, sebanyak 82 di antaranya berasal dari Bantul dan sisanya dari kabupaten dan kota di DIY dan Jawa Tengah.

“Kondisi ini tentunya membanggakan kami.  Walaupun YIA posisinya di Kulonprogo tapi cukup menggelegarkan Bantul.  Artinya masyarakat Bantul lebih kreatif dan inovatif," kata Pejabat sementara (Pjs) Bupati Bantul, Budi Wibowo, saat menerima audiensi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bantul di Parasamya, Kompleks Pemerintahan Kabupaten Bantul,  Senin (16/11/2020).

BACA JUGA : Pemerintah Lakukan Kurasi Terhadap 79 UMKM Sebelum

Budi mengatakan semua UMKM dari Bantul yang lolos untuk menempati gerai UMKM YIA sudah melalui proses kurasi yang ketat, namun mampu mengalahkan UMKM dari daerah lainnya.  Ia berharap UMKM Bantul terua mengembangkan inovasi dan kreasinya.  Selain UMKM, pihaknya meminta Dinas Kebudayaan juga mempersiapkan untuk mengisi atraksi budaya di YIA.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Industri (KUKM) Bantul, Agus Sulistiyana mengatakan dari 82 UMKM yang menempati gerai YIA merupakan hasil kurasi bertahap yang cukup ketat sejak awal tahun ini.  Pihanya sudah menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Angkasa Pura I terkait penempatan UMKM Bantul di gerasi UMKM YIA.

Saat ini Dinas KUKM sedang mempersiapkan semua UMKM yang sudah lolos kurasi tingkat DIY untuk mempersiapkan diri menempati gerai UMKM YIA. “Harapannya pada akhir tahun ini sudah menempati gerai pasar UMKM YIA atau paling tidak awal 2021 mendatang,” kata Agus.

BACA JUGA : Songsong YIA, UMKM Terus Didorong

Lebih lanjut Agus mengatakan dari 82 UMKM yang lolos kurasi, dua di antaranya akan menempati lapak premium atau kios khusus berbayar di terminal keberangkatan.  Padahal lapak premium tersebut terbatas dan hanya lima kios. Sementara yang 80 UMKM di gerai UMKM terdiri dari produk makanan dan minuman, kerajinan, kulit, dan batik.

“Dari lima UMKM di gerai premium, dua dari Bantul, yakni kerajinan kulit dam batik," kata Agus.