Ratusan Lansia di Pengungsian Merapi Mengeluh Sakit

Puluhan balita berada dibarak pengungsian Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Sleman, Sabtu (7/11/2020). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
16 November 2020 21:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Sebanyak 123 orang pengungsi di barak pengungsian balai desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman mengeluhkan soal kesehatan mereka. Pengungsi yang mengeluhkan sakit didominasi warga yang masuk kategori lanjut usia (lansia).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo mengatakan jika laporan yang diterima oleh pihaknya sejak tanggal (7/11/2020) lalu sampai hari ini pengungsi yang mengeluhkan soal kesehatannya total sebanyak 123 orang.

"Keluhan kesehatan yang dialami oleh pengungsi lansia tersebut hanya pegel linu, pusing, perut kembung. Tidak ada yang sampai diare, gak ada yang sampai dirujuk ke Puskesmas. Apalagi rumah sakit," ujar Joko saat dikonfirmasi pada Senin (16/11/2020).

Menurut Joko, keluhan yang dialami oleh para lansia tersebut tergolong sakit ringan. Sehingga tidak dibutuhkan rujukan hingga ke puskesmas atau rumah sakit.

"Yang mengeluhkan soal kesehatannya lansia. Kalau pengungsi anak-anak tidak ada masalah. Hanya gatal-gatal bisa saja," sambung Joko.

Sementara itu, penanganan yang dilakukan oleh petugas kesehatan bagi pengungsi yang mengeluhkan soal kesehatannya yakni dilakukan oleh tenaga kesehatan (nakes) yang ada di pos kesehatan.

"Di sana (barak pengungsian) ada pos kesehatan, lengkap dengan obat-obatan. Cukup ditangani di pos kesehatan yang ada di barak pengungsian. Memang prosedurnya gitu, kalau bisa ditangani di pos kesehatan ya hanya ditangani di pos. Klo gak bisa, dirujuk ke puskesmas atau Rumah Sakit," ungkapnya.

Ketersediaan obat juga masih dalam kategori aman. Artinya, stok obat masih memadai untuk mencukupi kebutuhan pengungsi.