Hari Ini Terdengar 2 Kali Suara Gemuruh di Merapi

Kubah lava Gunung Merapi terlihat dari Dam Sabo Kali Gendol, Bronggang, Cangkringan, Sleman, Minggu (12/4/2020). - ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
18 November 2020 19:37 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Suara gemuruh guguran dilaporkan terdengar dua kali di Merapi pada Rabu (18/11/2020). Suara guguran yang tidak tampak secara visual dilaporkan pada pemantauan pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB dan pemantauan dari pukul 12.00 WIB hingga 18.00 WIB hari ini.

Pada laporan pemantauan pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB secara visual Gunung Merapi terlihat jelas. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah. Pada periode pengamatan ini dilaporkan suara gemuruh guguran sebanyak 1 kali dari Pos Pemantauan Gunung Merapi (PGM) Babadan.

BACA JUGA: Erupsi Sudah Dekat, Ini Tanda-Tandanya Menurut Juru Kunci

Pada periode ini terjadi gempa guguran sebanyak 16 kali, gempa embusan 15 kali, gempa fase banyak 71 kali, gempa vulkanik dangkal tujuh kali dan gempa tektonik jauh sekali.

Sedangkan pada pengamatan antara pukul 12.00 WIB hingga 18.00 WIB harini secara visual Gunung Merapi cenderung berkabu antara 0-I, kabut 0-II hingga kabut 0-III. Kondisi asap kawah juga dilaporkan sama dengan pengamatan periode jam sebelumnya. Pada periode ini ini juga terdengar suara gemuruh di Merapi yang dilaporkan oleh petugas di PGM Babadan. Dengan demikian hari ini sejak pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB dilaporkan terdengar dua kali suara gemuruh di Merapi.

“[Pada periode pengamatan pukul 12.00 WIB hingga 18.00 WIB juga dilaporkan adanya] Suara gemuruh guguran 1 kali dari [PGM] Babadan,” ungkap Kepala BPPTKG Hanik Humaida Rabu (18/11/2020).

Sebelumnya suara guguran material vulkanik di Merapi kembali terjadi pada Rabu (18/11/2020) pagi. Suara yang terpantau dengan intensitas sedang hingga keras itu terjadi sebanyak tiga kali.

BACA JUGA : HARIAN JOGJA HARI INI: Juru Kunci Merapi Minta Warga Patuh

Visual Gunung Merapi pada Rabu pagi terlihat jelas, dengan kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan dengan tinggi mencapai 20 meter di atas puncak kawah. Suara guguran material vulkanik Merapi terpantau dari tiga pos pengamatan, Babadan, Kaliurang dan Jrakah. Suara tersebut dilaporkan terdengar dari intensitas sedang hingga keras.

“Suara guguran terdengar tiga kali [dengan intensitas suara antara] sedang hingga cukup keras  [terjadi pada] pukul 04:45 WIB dari Babadan, Jrakah, Kaliurang,” ungkap Kepala BPPTKG Hanik Humaida.

Pada Rabu pagi juga dilaporkan adanya gempa guguran sebanyak 17 kali dengan amplitudo antara 3-65 mm berdurasi 13 hingga 122 detik. Gempa embusan sebanyak enam kali dengan amplitudo antara 3 hingga 15 mm, durasi 9 sampai 39 detik. Gempa fase banyak terjadi 44 kali dan gempa vulkanik dangkal tercatat ada sembilan kali.

Suara guguran juga terdengar sebanyak tiga kali dari intensitas lemah hingga  keras pada pengamatan antara pukul 18.00 WIB hingga 24.00 WIB Selasa (17/11/2020). Dengan demikian selama 12 jam terakhir atau semalam terpantau ada enam kali suara guguran Merapi.

BACA JUGA : HARIAN JOGJA HARI INI: Erupsi Merapi Kian Dekat

BPPTKG memastikan belum ada muntahan lava yang terjadi di Merapi sejak statusnya naik menjadi Siaga. Adapun guguran yang terjadi beberapa kali, bukan guguran lava namun guguran material vulkanik sisa erupsi sebelumnya.

Material guguran yang pernah meluncur merupakan material sisa erupsi seperti tahun 1948, 1884, 1888. Karena Ketika Merapi Meletus tidak semua material terlontarkan dan masih ada sisa di permukaan sehingga menjadi material vulkanik. Oleh karena itu Hanik memastikan, belum ada muntahan lava.