Kegempaan di Merapi Meningkat

Penampakan Gunung Merapi dari Kali Gendol Argomulyo, Cangkringan, Sleman, Jumat (6/11/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
20 November 2020 20:47 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Aktivitas Gunung Merapi dalam sepekan terakhir masih menunjukkan peningkatan. Laporan mingguan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat kegempaan pekan ini lebih banyak dari pekan sebelumnya.

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, menuturkan dalam pengamatan 13-19 November, terjadi 262 kali gempa vulkanik dangkal, 1.939 kali gempa multi fase, 7 kali gempa low frekuensi, 441 kali gempa guguran, 352 kali gempa hembusan dan 8 kali gempa tektonik. “Intensitas kegempaan minggu ini lebih tinggi dari minggu lalu,” ujarnya, Jumat (20/11/2020).

Secara visual, berdasarkan analisis morfologi area kawah berdasarkan foto dari sektor tenggara pada Kamis (19/11/2020) belum menunjukkan perubahan morfologi kubah dibanding Rabu (11/11/2020), yakni runtuhnya kubah lava 2018.

Sedangkan berdasarkan analisis foto drone pada Senin (16/11), teramati adanya perubahan morfologi dinding kawah akibat runtuhnya lava lama, terutamalava 1997 di sisi selatan, lava 1998 dan lava 1888 di sisi barat serta lava 1954 di sisi utara.

“Selain itu belum teramati kubah lava baru. Adapun perhitungan volume kubah lava berdasarkan foto drone tersebut yakni sebesar 200.000 meter kubik. Untuk guguran teramati teramati dari pos Babadandengan jarak luncur maksimal 2 Km di sektor barat menuju hulu kali Lamat, pada 14 November pukul 06.16 WIB,” katanya.

Lalu untuk deformasi Gunung Merapi yang dipantau menggunakan EDM pada minggu ini menunjukkan adanya laju pemendekan jarak sebesar 9 cm per hari. Meski sempat terjadi hujan pada Jumat (13/11/2020) tidak dilaporkan adanya lahar maupun penambahan aliran sungai di sekitar Gunung Merapi.

Adapun aktivitas Gunung Merapi pada Jumat (20/11/2020), terjadi 13 kali gempa guguran, 11 kali gempa hembusan, 61 kali gempa multi fase dan 6 kali gempa tektonik. Terdengan satu kali suara guguran dari pos Babadan dan satu kali dari pos Kaliurang. Dengan perkembangan ini, status Gunung Merapi masih Siaga.