Kemensos Siapkan Tenda Covid-19 untuk Pengungsi Merapi

Direktur PSKBA Kemensos M Saffi Nasution saat meninjau pengungsi Merapi, Selasa (24/11/2020). - Ist/Kemensos.
24 November 2020 21:57 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial memberikan bantuan tenda Covid-19 dan berbagai kebutuhan kelompok rentan bagi pengungsi Merapi. Tenda tersebut telah dibuat sedemikian rupa untuk pencegahan penularan Covid-19.

Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Ditjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos M Saffi Nasution menyatakan koordinasi antara pusat dengan daerah harus dibangun dengan baik untuk mengantisipasi bencana Merapi. Agar saat bencana terjadi respons penanganan bisa dilakukan secara cepat. Oleh karena itu, pada Selasa (24/11/2020) pihaknya menyerahkan beragam bantuan untuk pengungsi terutama kebutuhan kelompok rentan bersama Dinsos DIY.

BACA JUGA : Belasan Pengungsi Merapi Mulai Mengeluh Sakit

“Total bantuan antara Rp400 juta sampai Rp500 juta [termasuk untuk Boyolali]. Komunikasi koordinasi ini dibutuhkan karena butuh kecepatan. Bisa dibayangkan kalau terjadi erupsi namun komunikasi belum dibangun, maka penanganan pengungsi akan terlantar, ini kami dalam rangka membangun komunikasi,” katanya kepada wartawan usai rapat koordinasi di Dinsos DIY, Selasa (24/11/2020).

Ia mengatakan, ada dua bencana yang dihadapi dalam konteksi Merapi, yaitu alam berupa kemungkinan terjadinya erupsi dan nonalam dalam hal ini Covid-19 yang kasusnya terus naik. Sehingga penanganan harus dilakukan secara bersamaan dalam menghadapi kedua jenis bencana tersebut. Salahsatunya Kemensos memberikan bantuan 10 unit tenda Covid-19 yang secara khusus didesain untuk mencegah penularan virus corona. Tenda ini bisa dipakai untuk semua pengungsi.

Menurut Saffi, tenda Covid-19 ini dibuat dengan ukuran 6 x 10 meter dari bahan PVC, dengan tanpa jahitan dan dilapisan bahan penahan panas. Tenda Covid-19 ini menjadikan pengungsi nyaman karena suhu udara berbeda sekitar 2 derajat antara di luar dengan di dalam tenda. Sehingga pengungsi akan lebih terasa nyaman ketika berada di dalam tenda.

BACA JUGA : Ratusan Lansia di Pengungsian Merapi Mengeluh Sakit

“Lalu ada ventilasi, ada sekat setiap dua meter untuk menghindari droplet. Matras, kasur, selimut kami siapkan jadi mereka [pengungsi] seperti nyaman di dalam tenda. Ini kami siapkan, karena penyebaran terus bertambah dan ini diantisipasi dengan menyediakan tenda Covid-19,” katanya.

Selain kebutuhan berkaitan dengan fasilitas pengungsian, pihaknya juga memberikan suplai kebutuhan pangan untuk kelompok rentan seperti ibu hamil, lansia dan balita. “Sementara untuk fasilitas kelompok rentan, seperti kebutuhan bayi, makanan anak, ini dalam rangka persiapan, karena yang mengungsi adalah kelompok rentan. Maka kebutuhan kelompok rentan yang kami jaga,” ujarnya.

Kepala Dinsos DIY Endang Patmintarsih menyatakan jumlah pengungsi Merapi untuk wilayah DIY saat ini tercatat 239 orang. Bantuan yang diberikan Kemensos untuk kebutuhan dasar bagi kelompok rentan termasuk vitamin dan makanan bayi. Menurutnya permakanan bayi serta kebutuhan balita sangat dibutuhkan bagi pengungsi karena didominasi kelompok rentan.

BACA JUGA : Pemberi Bantuan Dilarang Masuk ke Barak Pengungsian 

“Kami Bersama Kemensos berkoordinasi untuk membantu mitigasi bencana Merapi, persiapan apa yang dibutuhkan untuk pengungsian, karena kami Dinsos maka logistik ini yang harus disiapkan,” ucapnya.